Langsung ke konten utama

Me Time

Only my self, but ...

(saya gak bisa lanjut berbahasa Inggris, bukan karena apa-apa, tapi kasihan pada teman yang kena todong minta ditransletkan, hakz ...)

Me time buat Ibu 3H cenderung jadi lazy time, tapi itu dulu, sebelum kena tampar oleh quote sesebunda (lupa nama akunnya), "Jangan senang bisa dapat ME TIME, kalau waktu itu cuma digunakan hanya untuk duniawi".

Astaghfirullah ....

Sejak dapat quote itu berubah? Gak, masih sering stalking media sosial, hehehe ... tapi sekadarnya saja. Alhamdulillah juga berkesempatan ikut kulwap ME TIME yang diadakan oleh Ibu Profesional. Isi kuliahnya padat bergizi, makin memantapkan niat, me time harus yang positif!

"Me time yang paling berkualitas untuk mengatasi stres adalah tazkyatun nafs, membersihkan diri dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Jika ibu seorang muslimah, kita bisa menemukan waktu untuk me time sehari lima kali, yaitu shalat dengan khusuk. Semakin hati kita bersih dan dekat dengan Allah, semakin kita tenang & bahagia." Pemaparan dari bunda Intan Rosmadewi menyadarkan jiwa betapa selama ini begitu maruk ingin mencari waktu untuk diri sendiri. Sebatas kesenangan sesaat.

Dari pemaparan beliau, tanpa kita sadari, Allah telah menyediakan me time untuk kita, untuk diri kita sendiri. Lalu kenapa kita masih mencari-cari waktu yang kadang cenderung menjadi lazy time? Na'uzdubillah ... saatnya istiqomah dalam memanfaatkan waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

.sungai jambu.

apa yang terfikirkan oleh mu jika membaca judul HARAKA kali ini? kelamaan mikirnya, baca aja cerita HARAKA kali ini tentang "Desa ku yang Permai" hahaha... Sungai Jambu adalah sebuah nama nagari di Batu Sangkar. nagari ini terletak di pinggang gunung Marapi [ketinggian ±700 meter dari permukaan laut] , kecamatan Pariangan, Sumatera Barat. nagari yang sungguh menakjubkan, yakin de siapa pun yang pernah ke sana tak akan pernah bosan dengan alamnya, eksotis banget, Subhanallah sangat [terkagum-kagum]. Sungai Jambu termasuk nagari tertua di Sumatera Barat, dialiri oleh 3 batang sungai dan dilatar belakangi oleh Gunung Marapi . bagaimana zee bisa kenal dengan desa ini? jawabannya adalaaaaahh... taraaaaa... [dasar zee stres] itu kampung halaman zee, hehe... di desa ini mama tercinta dilahirkan dan dibesarkan. nah, bagi yang suka narsis, sampe capek silahkan berfutu-futu ria, tak kan pernah puas. zee aja setiap pulkam ga pernah puas berfutu-futu [ntah apa karna futu grafernya y...

Romantis

"Eh, tu tuh, Alia datang. Lihat deh, pasti dibukakan pintu sama suaminya. Sok romantis banget, gak, sih?" Tia menunjuk sebuah mobil sedan hitam yang sama sekali terlihat tidak mewah dengan pandangannya. Dua jendela di belakang yang selalu tertutup, sedangkan jendela di depan selalu terbuka sepertiga. Aku bukannya tidak tahu, kalau suami Alia selalu membukakan pintu mobil untuk perempuan beranak dua itu. Tidak hanya itu .... "Dia juga selalu duduk di belakang. Gak pernah, tuh, terlihat dia duduk di samping suaminya." Lanjut Tia dengan wajah yang ... iri? Entah. Perempuan dengan segala prasangka. Padahal, jelas di dalam Quran Allah berfirman,  “ Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa ”  (QS. Al-Hujuraat: 12). Eh, aku 'kan, juga perempuan, muehehehe .... "Jeng Tia, kenapa gak coba nanya langsung, kenapa sist Alia duduk di belakang terus? Tuh, orangnya nyampe." Elah, ngomongnya jadi lebay...

Janji Nia

"Ingat ya, Nak, hati-hati dan jangan tergesa-gesa." Nasehat ini selalu disampaikan Mama saat Nia akan pergi sekolah. Nia, gadis kecil yang bersekolah di taman kanak-kanak itu, memang sedikit ceroboh. "Oke, Mama," jawab Nia semangat. "Jawaban yang bagus itu, Insyaallah, Sayang." "Eh, iya, lupa. Insyaallah, Mama." Nia memperbaiki jawabannya sesuai yang diingatkan Mama. "Nia berangkat dulu ya, Ma. Assalammualaikum," pamit Nia kemudian. Sesampai di sekolah, Nia melihat teman-temannya sedang berkumpul di belakang kelas. Nia penasaran, ada apa di sana? Kenapa teman-teman melihat ke dinding belakang? Nia pun berlari cepat ke arah teman-teman berkumpul, tetapi ia tidak melihat ada salah satu tas milik temannya tergeletak di lantai. Gadis berhijab kecil itu lupa akan pesan Mamanya. Tanpa memperhatikan langkahnya, Nia tersandung. Dia menubruk teman-temannya yang ternyata sedang melihat gambar yang baru saja ditempel guru di dinding be...