Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aliran rasa

Pantulan Warna

Komunikasi produktif itu bicara asik yang menghasilkan sebuah akhir obrolan yang ciamik. Namun, saat menjalaninya, emosi adalah tantangan pertama. Pengendalian dirilah yang utama. Menulis pantulan warna 15 hari yang lalu, tidaklah semudah membiaskan rasa haru padamu #eh Tertawa. Bahkan terbahak. Menahan amarah. Bahkan meledak. Namanya juga mengajak anak kecil berbicara, tentunya tidak bisa semauku, ataupun semaumu, sekalipun kamu anakku. Dibalik semua warna-warni cara kita berkomunukasi, ada rasa puas pada anak, terlebih pada diri sendiri,. Tidak ada rasa kecewa pada anak, tapi lebih pada diri sendiri. Ya, tantangannya lebih pada diri nan manis ini. Melambangkan diri sebagai buah saat pra bunsay dulu, selama 15 hari kemarin, buah belum menjadi makanan rutin yang kfuberikan. Karenanya, masih ada tubuh-tubuh yang terasa nyeri, tidak enak, bahkan sakit. Dan lebih terasanya pada diri sendiri (lagi). Hiks.

Aliran Rasa Komunikasi Produktif Game Level 1

Judul yang jujur, hehe... Lagi writing block kayaknya nih, buntu. Selesai sudah materi pertama dan game level 1 di kelas bunda sayang. What do you feel? Tidak produktif. Tapi saya menyadari 1 hal, komunikasi dalam keluarga itu kunci utama dalam menjalani aktivitas. Salah sedikit saja, bisa jadi permasalahan panjang. Kenapa saya merasa kurang produktif? Saya menjalaninya masih karena sebatas game dari kelas, awalnya. Sekarang hampir menjadi kebiasaan saya untuk selalu menciptakan komunikasi produktif dengan suami, juga anak-anak. Ketika review dishare, disinilah saya mengerti segalanya. Ga semua sih tapi hampir mengenai sasaran, dan makin bertekad melanjutkan komunikasi lebih produktif. Jika selama ini lebih sibuk dengan gadget saat anak tidur, sekarang saya lebih memilih bersenda gurau dengan suami. Jika kemarin emosi masih sering terlepas pada anak, Alhamdulillah sudah jauh berkurang bisa menahan emosi. Alhamdulillah, dan terima kasih IIP :)

ku persembahkan untuk...

Alhamdulillahirabbilalamin... akhirnya zii terbebas juga dari kertas-kertas bermasalah [istilah skripsi oleh 2 sobat maya..] mau pamer halaman persembahan ni ceritanya, reading-reading aja yah :) “Dan seandainya semua pohon yang ada dibumi dijadikan pena, dan lautan dijadikan tinta, ditambah lagi tujuh lautan sesudah itu, maka belum akan habislah kalimat-kalimat Allah yang akan dituliskan, sesungguhnya Allah maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.  (QS. Lukman: 27) Alhamdulillahirrabil’alamin Sebuah langkah usai sudah Satu cita telah ku gapai Namun… Itu bukan akhir dari perjalanan Melainkan awal dari satu perjuangan Setulus hatimu mama, searif arahanmu papa Doamu hadirkan keridhaan untukku, petuahmu tuntunkan jalanku Pelukmu berkahi hidupku, diantara perjuangan dan tetesan doa malam mu Dan sebait doa telah merangkul diriku, menuju hari depan yang cerah Kini diriku telah selesai dalam studi sarjana Dengan kerendahan hati yang tulus, bersama keridhaan-Mu ya All...