Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label info menarik

Dialog

Postingan sebelumnya, Ruang Ibu membahas tentang dasar-dasar menulis cerpen ala-ala. Pada tulisan tersebut, menyinggung sedikit tentang dialog tag. Kali ini, kita mengurai lebih banyak-tapi masih sedikit-tentang salah satu aturan dalam menulis sebuah cerpen atau novel tersebut. Untuk bisa membedakan bagaimana dialog tag tersebut, harus ada pembandingnya. Ternyata, jenis dialog itu ada tiga macam, aku pun baru mengetahuinya, muehehehe. Mari kita belajar bersama. Dialog itu kalau kehidupan nyata, percakapan langsung, ya. Jika ditulis namanya jadi kalimat langsung. Kalimat langsung itu ditandai dengan memakai tanda kutip dua (" ") diawal dan diakhir kalimat. Nah, untuk menghidupkan jalan cerita, sebelum atau setelah dialog diberi keterangan (frasa). Biar feel ceritanya nyampe ke pembaca, gitu. Sejauh (gak begitu jauh, sih) yang aku baca, dialog itu ada tiga : 1. Dialog Narasi Adalah percakapan yang di belakangnya diikuti narasi. Narasi itu simpelnya adalah sebuah penjelasan. Oh...

Dasar-Dasar Menulis Cerita Pendek

Tersanjung lalu tersandung aku tuh diminta berbagi tentang menulis cerpen di WAG rumbel literasi IP Padang (tutup wajah). Padahal, masih anak kemarin senja dalam literasi. Aku post di sini, sebagai setoran KLIP yang sudah absen beberapa hari. Izin intro sedikit, ya, Manteman. Seperti slogan IP, semua guru, semua murid. Jadi, kali ini saya sharing materi sejauh pengetahuan saya. Untuk itu, silahkan nantinya jika ada tambahan dari teman-teman, dipersilahkan dengan bahagia. Atau, correct me if I wrong. Menulis cerita pendek atau biasa kita sebut cerpen, baru satu tahun ini saya pelajari. Otodidak. Sebelumnya, saya tidak pernah tahu bagaimana tata cara menulis cerpen. Apa yang teringat, langsung tulis. Ketika halu datang berkunjung, langsung tulis. Jika ada pertanyaan dari mana mulai menulis cerpen, jawaban dari saya, apa yang sedang terpikirkan, tulis aja dulu. Sepertinya juga berlaku untuk non fiksi, ya. Beberapa senior dalam literasi menjawab pertanyaan tersebut dengan mo...

Es Rumput Laut

Ramadhan kali ini, menjadikan kita merindu, sungguh rindu. Apalagi berjauhan dari orang tua. Tulisan kali ini bukan mengajak tamu ruang ibu baper karena keadaan, tapi mau berbagi resep es rumput laut mama yang terkenal sejagad keluarga karena gurih, gak bikin eneg karna manisnya. Singkat cerita, saya mencoba resep tersebut dengan bahan yang berbeda. Jika es rumput laut mama berisi memang buah-buahan (buah nangka, pokat, pepaya) dan rumput lautnya, maka mama junior yang sudah menjadi ibu ini mengkreasikannya sendiri. Dari es rumput laut mama menjadi es buah ibu. Muehehehe. Rasanya? Rasa es buah. Alhamdulillah tak mengecewakanlah. Berikut resepnya : Buah yang kira-kira nyambung dimakan dengan air santan. Kebetulan, kami sedang sedia pepaya, naga, dan pokat. Rumput lautnya, diganti dengan nutrijell cincau. Potong dadu semuanya. Untuk air, santan ambil putihnya saja. Masak hingga mendidih, matikan. Masukkan 1 gelas belimbing gula pasir (tidak terlalu penuh), tambahkan 1 sachet...

Me-review

Lama ingin belajar me-review buku. Cukup buku, kalau film mungkin nanti, saat kiddos gak nempel kayak prangko lagi. Nanti juga dicoba melihat kembali (baca : review) sebuah produk. Ini sekarang baru mau belajar. Belum pernah nulis. Jadi, mau mencatat dan menyimpan ilmu tentang me-review di sini. Me-review dalam bahasa Indonesia ; ulasan, atau komentar? Kira-kira seperti itu, ya. Hehehe. Kemarin tanya-tanya ke senior WaG KLIP, cara me-review buku : coba tulis apa bagusnya atau jeleknya apa yang bikin kita merekomendasikan film/ buku tersebut kalau boleh saran 3 poin ini : 1. yang disukai 2. yang ga disukai 3. plot cerita plot di akhir karena orang-orang toh bisa google sendiri bagaimana jalan ceritanya iya atau bahas karakternya bisa bahas penulisnya juga dan karya-karya sebelomnya, kan kemiripan cara mengakhiri ceritanya Sampai di sana, saya paham tapi belum juga mencoba untuk mereview. Hadehh. Kalau kita search di google, banyak. Namun, di sini, saya hanya ...

Sugesti

Beberapa hari lalu, di WaG Kamp Komunitas IP Padang, terselip percakapan tentang sugesti. Mulanya, ada yang bilang, "suka banget makan timun, sekilo bisa habis sendiri". "Katanya, makan banyak timun bisa keputihan, benar gak, sih?" tanya seseibu beranak tiga. Saya maksudnya, muehehehe. Dari dua orang bunda yang menyukai mentimun, memiliki dua jawaban yang berbeda. "Sepertinya itu sugesti diri aja, ya?" Begitu lanjutan percakapannya. Dalam hati, "masa, sih?" Ternyata ... salah dua-duanya, keputihan bukan karena banyak makan mentimun, juga bukan karena sugesti diri. Jadi, Girls , keputihan itu penyebabnya bukan dari makanan. Saya baca dari hellosehat.com Terus, keputihan itu karena apa? Searching sendiri yak, karena tema kali ini tentang sugesti. Percakapan pun berlanjut, kalau sedang haid, keramas, haid akan berhenti, itu juga sugesti. "Aku, gak." "Aku, iya." "Sugesti diri juga mungkin, ya?" D...

Sebenarnya, Mie Instant Itu ....

Salah satu temannya me time para emak adalah mi instan, betul? Isu selama ini mi instan salah satu penyebab penyakit tidak menular, membuat semua orang was-was jika ingin memakannya, tapi tetap aja dimakan. Enak, sih .... Baru-baru ini, ada artikel mengungkapkan fakta dari mi instan. Info ini sedikit melegakan, bagi saya khususnya. Berikut beberapa faktanya : Ciek Saat merebus mi instan, air rebusan akab berwarna putih. Kabarnya itu karena mi ada lapisan lilinnya, faktanya air rebusan mi putih karena mi mengandung zat pati yang berasal dari tepung terigu sebagai bahan dasar pembuatan mi. Duo Memasak mi sekalian dengan bumbunya akan kenyebabkan kanker. Ini adalah hoax. Faktanya , pada petunjuk cara memasak, bumbu mi dimasukkan saat mi sudah matang. Ini dimaksudkan untuk menjaga cita rasa bumbu tetap gurih. Tigo Ternyata, mi tidak memakai bahan pengawet seperti lilin. Mengawetkan mi instan adalah dengan cara dikeringkan . Mi yang dibuat dari tepung terigu, setelah dic...

Ibadah Haji Ditiadakan 😱

Beberapa hari ini saya dikejutkan dengan kabar, semakin sedikitnya orang-orang tawaf di ka'bah. Lalu, diikuti dengan caption , ... salah satu tanda kiamat semakin dekat. Dalam hati, masa' sih? Rasanya, gak ada dalil yang mengatakan demikian. Hari selanjutnya, baru baca berita, ternyata ... Makkah memang sedang disetrilkan. Pemerintah Saudi memang menutup untuk sementara visa umrah untuk semua negara. Dan memang, setiap dhuha, tim clear and clean di sana bekerja, karena di waktu itulah jamaah sedang sarapan. Kalau untuk mentiadakan ibadah haji tahun ini, belum pasti. Netizen memang selebay itu, ya, ternyata. Bicara, ditutupnya ibadah haji, dalam sejarah pernah terjadi hingga 40 kali. Diantaranya, Tahun 930. Hajat aswad dicuri sekelompok Syi'ah saat musim haji. Jamaah dibunuh, dan bongkahan batu ini dicuri. 22 tahun setelah disimpan di Hajr, batu muliah ini dikembalikan ke tempatnya. Tahun 983. Perselisihan bani Abbas dan bani 'Abbid. Tahun 1257. Penduduk H...

Transfer Antar Bank Tanpa Biaya Administrasi, Mau?

Enam ribu lima ratus rupiah itu cukup besar, lho, bagi seorang IRT seperti saya. Bisa dapat bengbeng berapa batang, coba? Hehe .... Maka akan sangat perhitungan saat belanja online tapi transfernya beda bank. Hadeh .... Jadi, kemarin beli buku via facebook ke Uni seseakun. Dianya menyediakan layanan flip . Saat transfer, nebeng teman (muehehehe ...), saya tanya, "pandai pake flip, gak? Ini, orangnya ada flip." "Coba, minta buatin flipnya, Zi." Saya benaran tidak tahu sama sekali ini. Dengan pedenya, sesuai instruksi teman, saya minta buatkan flip dari penjual tersebut. Tak lama, si Uni balas. Silahkan, Kakak. Wuihh ... keren, sama sekali tidak kena administrasi. Besoknya, belanja online lagi, nih. Beda bank. Tanya pake flip, gak? Jadi ketagihan, deh. Dari pada setiap penjual saya suruh pake flip, mending buat akun sendiri. Berikut hasil kepo-kepo tentang flip yang saya dapat dari google dan facebook . Flip adalah sebuah aplikasi untuk t...