Bertanya tentang motivasi menulis bagiku, awalnya sebagai self healing. Lalu menulis untuk menyalurkan halu agar tidak menjadi pengandaian yang entah-entah. Halah. Kemudian baru kusadari, cintaku bertepuk sebelah tangan #eh. Motivasiku menulis tidak terlalu kuat tapi tetap ingin terus dan selalu menulis. Motivasi internal sepertinya. Sedangkan motivasi eksternal, siapa sih yang tak menginginkan income? Tetapi ini tidak mendesak bagiku. Sama seperti mbak Erna, aku bergabung di beberapa komunitas literasi agar tetap konsisten menulis. Mengikuti event-event menulis yang diadakan oleh penerbit-penerbit indie ataupun penulis-penulis yang jam terbangnya sudah tinggi. Sekalipun give away, jika hadiahnya oke menurutku, ya nulis. Namun yang membuat aku lebih konsisten menulis adalah berada di KLIP, di sana ada keinginan kuat agar tidak keluar dari grup terutama grup WA . Walaupun yang ditulis tidak melulu fiksi. ▲▼▲ Aku tipe pantser. Apa yang terlintas di kepala, tulis. Apa yang terasa di hati,...
Ketika Kita Menjadi Kata