Ini tentang kita. Tentang persahabatan yang pernah terjalin. Tentang aku yang (merasa) tetap di sini, dan kamu yang (merasa) tetap di sana. Nyatanya ... kita saling menjauh. Tentunya aku berpikir menurut rasa dan pikiranku. Entah karena kau telah memiliki teman yang lebih baik. Yang lebih banyak menghadirkan tawa diwaktumu saat ini. Atau karena nasihatku tentangmu. Atau .... Aku tak ingin menerka-nerka. Mungkin juga karena jarak yang memisahkan kita. Atau kesibukkan kita masing-masing. Aku masih saja berpikir kenapa. Sedangkan kenapa itu terjadi hanya Tuhan yang mengetahui. Padahal kita masih bisa saling bertukar cerita. Cerita apapun. Padahal kita bisa saja saling bertanya kabar. Kabar siapa dan apapun. Seperti dulu. Baru saja beberapa langkah saling menjauh, hp kita saling berdering. Saat itu jua, aku dan kamu saling tersenyum. Bahkan tertawa. Aku tak pernah melihat, tetapi bukankah memang kau tersenyum di seberang sana? Setelah mengirimiku pesan atau menerima smsku? Karena aku ...
Ketika Kita Menjadi Kata