Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label latihan

Belum Tau Judul

 "Buk, ini saya gak bisa ganti dengan tim lain?" Aku segera menemui Bu Yani--ketua jurusan--setelah menerima surat tugas penelitian dari dekanat. Bukan keberatan karena tugas penelitiannya, tapi karena aku setim--lagi--dengan makhluk yang harus kuhindari. Bukan karena belum move on, tapi ... ah, nantilah aku ceritakan. "Sebentar," Bu Yani mengangkat tangannya menegaskan aku perlu bersabar jika ingin tahu jawaban beliau. Tidak lama setelahnya, terdengar bunyi ketukkan pintu. Tanpa menunggu jawaban dipersilahkan masuk, si tamu langsung saja membuka pintu dan duduk di sebelahku. Aku melepas nafas, 'cape deh!' "Ini memang rencana saya. Menyatukan kalian kembali dalam satu tim penelitian. Selain karena potensi kalian, juga saya ingin kalian tetap akur. Sudah berapa tahun kalian tidak saling sapa?" "Saya sih, nyapa, Buk. Dianya aja yang jual mahal." Jawaban dari Arya membuatku memutar mata. "Bagaimana, Shi?" Bu Yani menautkan jemariny...

Dialog

Postingan sebelumnya, Ruang Ibu membahas tentang dasar-dasar menulis cerpen ala-ala. Pada tulisan tersebut, menyinggung sedikit tentang dialog tag. Kali ini, kita mengurai lebih banyak-tapi masih sedikit-tentang salah satu aturan dalam menulis sebuah cerpen atau novel tersebut. Untuk bisa membedakan bagaimana dialog tag tersebut, harus ada pembandingnya. Ternyata, jenis dialog itu ada tiga macam, aku pun baru mengetahuinya, muehehehe. Mari kita belajar bersama. Dialog itu kalau kehidupan nyata, percakapan langsung, ya. Jika ditulis namanya jadi kalimat langsung. Kalimat langsung itu ditandai dengan memakai tanda kutip dua (" ") diawal dan diakhir kalimat. Nah, untuk menghidupkan jalan cerita, sebelum atau setelah dialog diberi keterangan (frasa). Biar feel ceritanya nyampe ke pembaca, gitu. Sejauh (gak begitu jauh, sih) yang aku baca, dialog itu ada tiga : 1. Dialog Narasi Adalah percakapan yang di belakangnya diikuti narasi. Narasi itu simpelnya adalah sebuah penjelasan. Oh...

Kanan - Kiri, Oke!

Anak 90-an kalau baca judul di atas, auto ingat lawakan empat sekawan di tivi zaman dulu, gak, sih? Tapi, saya gak akan membahas zaman 90-an. Selain memori sudah banyak yang nyangkut di kasur, dapur, sumur ... akun-akun yang isinya mengingatkan kita kembali ke masa-masa bebas, sudah menjamur. Jadi, maksudnya apa? Maksudnya, bergerak, yuk! Olah raga, kuy! Itu ajah, muehehehe .... Kapan terakhir kali dirimu olah raga, meregangkan otot-otot yang kaku karena gaya gerak yang itu-itu saja? Pertanyaan untuk diri saya sendiri, kok. Yang rutin olah raga, saya standing applause , nih. Yang follower saya (halahh), mari kita mulai melemaskan otot dengan santuy. Sebulan ini, saya lagi rajin download gambar-gambar yoga via pinterest.  Yoga senam, ya, bukan lelakik. Unduh aja dulu, nyobanya ntar, hakz. Berat karena belum memulai. Setelah di mulai, Masyaallah ... terasa badan kembali fresh . Otot-otot yang kaku, setelah keliling-keliling di dalam rumah, terasa lentur lagi. S...

Diary Ramadhan

1 Ramadhan 1437 22 : 03 Apa kabar hati? Apa kabar Ramadhan? Apa kabar puasa? Apakah masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya? Mungkin hanya hati yang bergeming, yang banyak berubah. Ya, saya tau, kamu sangat rindu dengan Ramadhan. Kamu rindu dengan aroma puasanya. Maaf jika baru tahun ini kamu aku mantapkan kembali menyentuh puasa. 3 tahun sudah saya tidak menuaikan ibadah puasa. Apa yang kamu pikirkan? Cobalah untuk selalu berpikir yang baik sebelum tau yang sebanarnya. Walaupun kerap kali duluan yang negatif berkomentar dari pada yang baik. Tidak apa-apa, langsung saja ralat, istighfar.. Iya, sudah 3 tahun saya tidak menyentuh puasa di bulan penuh berkah ini. Disengaja dan sadar saya lakukan, ketika perut berisi nyawa kecil yang bergantung pada konsumsi makanan yang saya makan. Iya, saya hamil pada 2 tahun yang lalu. (Ah, terlalu panjang cerita pembukamu :p) Hehe..itu baru pembuka. Belum inti cerita saya. Sebenarnya tidak masalah ketika hamil pun ikut berpuasa. Begitu koment...

Mind Mapping dan Outline "Berkenalan dengan Si Kecil"

Outline : Berkenalan dengan Si Kecil 1. Hamil Uraian : * Kegiatan khusu ibu hamil * Keseharian yang mempengaruhi kehamilan * Hamil menurut Islam 2. Kelahiran Uraian : * Masa pertumbuhan bayi dari 0 bulan - 1 tahun (dikupas secara umum) * Pasca kelahiran menurut Islam 3. Ketika si kecil mulai membantah Uraian : * Penanganan ketika si kecil membantah dan harus mengikuti keinginannya * Cara mengajak si kecil berbicara bagaimana bersikap yang baik * Mendidik si kecil menurut Islam 4. Saatnya punya adik Uraian : * Perasaan cemburu yang melanda si kakak * Sikap adil orang tua yang sangat diperlukan 5. Permainan Uraian : * Permainan di luar rumah * Permainan di dalam rumah 6. Pendidikan Uraian : * Di rumah, menekankan pada agama * Di sekolah, lebih belajar eksakta * Lingkungan sekitar, anak belajar bersosial 7. Ayah-ibu Uraian : * Tugas seorang ayah dan ibu kepada anak maupun kepada pasangan * Sikap seorang ayah dan ibu kepada anak maupun kepada pasangan, dalam ...

Mind Mapping dan Outline "Menikah Sekarang?"

Outline : Menikah Sekarang? 1. Alasan Menikah Uraian : ¤ Menikah karna perasaan saling suka ¤ Perjodohan dari orang tua Orang tua ingin menyambung silaturrahmi ¤ Melihat anak sudah cukup umur namun belum tampak tanda-tanda yang dekat dengan si anak Karena wasiat, harta (zaman sekarang pun masih ada orang tua berpikiran picik) ¤ Menikah karena ingin menolong seseorang dari bahaya ¤ Menikahi seorang janda yang tidak bekerja dan memiliki anak ¤ Menikah dengan tujuan seorang mempunyai keturunan 2. Menikah dengan Siapa? Uraian : ¤ Dengan seseorang yang telah dikenal, pacaran atau berteman lama ¤ Dengan seseorang yang belum dikenal sama sekali, dikenalkan saudara, teman atau orang tua 3. Kesiapan Menikah Uraian : ¤ Mental, bagaimana persiapan mental sebelum menikah baik dari pihak perempuan atau laki-laki ¤ Fisik, persiapan materi yang kadang hanya untuk menjaga gengsi 4. Perkenalan dengan Karakter Pasangan Uraian : ¤ ...

Idea

Nonfiksi itu seperti hujan yang alur rintiknya kadang beraturan, kadang tertiup angin, kadang juga hanya belaian kecil. Sebagian penulis awam seperti saya, nonfiksi pilihan awal. ketika hati hendak berkata namun mulut enggan bicara, jadilah tangan yang menyatakan dalam sebuah tulisan. Rangkaian-rangkaian kecil yang kadang tak berarti hanya meluapkan emosi sesaat. lamunan damai yang membawa angan ke dimensi waktu yang lampau, mengukir kisah yang rasanya sayang untuk tidak diabadikan. 10 ide untuk nonfiksi berikut hanyalah cerita hidup dari waktu ke waktu. kenapa tidak sekalian dijadikan tulisan yang bermanfaat... 1. Sekolah 2. Hijab 3. Kuliah 4. Karir 5. Menikah 6. Me and you 7. kiddos 8. big family 9. Menulis 10. Langit dan bumi Dan ini bisa menjadi sebuah buku...Insyaallah