Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label self reminder

Sejenak Jeda dari Letih Dunia

Dunia, hanya tempat persinggahan yang membutuhkan jeda   Bukankah kita harus menepi sejenak saat sedang di dalam perjalanan panjang? Bukankah kita harus berhenti sejenak saat bekerja terlalu berat? Bukankah kita harus istirahat walau sejenak saat jiwa terasa lelah? Buku kecil ini begitu menampar saya saat membacanya. Baru membaca empat sub judul, terasa menikam hati, "Ini benar, dan saya salah." Mengingatkan banyak kesalahan diri, self reminder . Banyak catatan kecil bermakna besar yang bisa dibaca berulang-ulang agar diri menepi sejenak. Note to myself .  Katanya komik dewasa, nyatanya bisa dibaca untuk remaja. Ini buku, bakal disimpan baik-baik, untuk si Uda nanti.

Bunda Sayang, Wakeboarding!

Cool gak sih, kalau Ibu 3H wakeboarding ? Keren, dong ... berdua si Ayah tentunya. Ciee ... mesra tapi halu, haghaghag. Maapkan diri ini jika sedikit absurd . Be your self, right? Ini maksudnya, pekan ini kami sedang wakeboarding di game bunda sayang. Memacu adrenalin untuk menjelajah setiap rute perjalanan di wahana ini. Sebelumnya, aku mau jujur. Saat pramuwiyata menyampaikan materi, aku tidak bisa fokus. Mau ulang dengar, fakir kuota, halah. Akhirnya memilih berkeliling melihat kegiatan wakeboarding teman-teman bunsay. Aku terkagum-kagum bagaimana para perempuan hebat itu begitu menyukai belajar. Aku ... tidak seperti mereka. Dibilang tidak suka belajar, ya gak juga. Dibilang suka belajar, juga biasa saja. Bukan pembelajar sejati mungkin, ya. Namun, aku menyukai memperoleh ilmu secara langsung. Turun langsung ke lapangan, mendapat pengalaman yang mengesankan. Setelahnya, aku mencari referensi-referensi untuk mendukung ilmu yang baru diketahui. [Truss, abis menulis ini, aku mikir...

Hei, Bunsay ... Ketemu lagi

Tiga tahun berlalu setelah cuti dari kelas bunda sayang. Kini, di new chapter (NC) 2020 (itu pun disemangati oleh teman-teman IP. Jazakillah khair , tanpa kalian aku akan masih di kelas matrikulasi, huks ....), akhirnya masuk kelas bunda sayang alias bunsay. Mau tau alasan Ibu 3H kenapa dulu cuti? Pertama, sok-sokan sanggup langsung lanjut, padahal kepala sedang penuh. Ke dua, ada kesenangan baru yang tidak memungkinkan pegang hp terlalu lama. Ke tiga, yang ini rahasia ajalah. Jadi, perkuliahan IP di NC 2020 itu dimodifikasi dengan metode dan model pembelajaran yang kreatif 😍 Sekarang, baru mulai pra nya, sih. Tanggal 28 Juli yang lalu, dan deadline game pertama itu besok, trus ... si Ibu 3H malah masih nulis perkenalan ini, ckckck .... Sedikit gambaran model pembelajaran bunsay ini. Kelas bunsay ini akan berlangsung di sebuah pulau, namanya pulau Cahaya. Nah, di pulau ini, para bunda akan menghadapi empat wahana sebagai pra sebelum memasuki game yang sebenarnya. Siapa sih, yang gak...

Let's Read Loudly

Breeet. Kepala ini langsung menoleh ke bunyi kertas yang baru saja dirobek. Sementara, pelaku dengan mata bening berwajah polos itu memandangku dengan raut cemas. Hal ini bukan pertama kalinya terjadi, terbukti buku-buku full colour itu sudah diperban di mana-mana. Dulu, pertama-tama mulai koleksi buku anak, sedikit histeris jika ada kejadian robek-merobek. Mungkin itu juga, yang membuat Hasyim jadi tidak mau menyentuh buku mulanya. Padahal, saya sengaja menghadirkan buku-buku di sekitar tempatnya bermain . Beberapa hari, masih saja Hasyim tidak tertarik. Saya menambah tumpukkan buku, bahkan sedikit membiarkan berantakkan di dekat dia bermain. Ternyata, sama saja, tetap tak peduli. Jadi, Moms , tak apa buku-buku itu robek sedikit. Masih bisa di lem. Namun, jika mentalnya yang robek karena kita tidak terima buku rusak, lem apapun tak akan dapat memperbaiki jiwanya. Rasa putus asa yang tadi hampir menyarang, pergi saat saya dengan malas-malasan membuka buku-buku tadi satu per...

Me Time

Only my self, but ... (saya gak bisa lanjut berbahasa Inggris, bukan karena apa-apa, tapi kasihan pada teman yang kena todong minta ditransletkan, hakz ...) Me time buat Ibu 3H cenderung jadi lazy time , tapi itu dulu, sebelum kena tampar oleh quote sesebunda (lupa nama akunnya), "Jangan senang bisa dapat ME TIME , kalau waktu itu cuma digunakan hanya untuk duniawi". Astaghfirullah .... Sejak dapat quote itu berubah? Gak, masih sering stalking media sosial, hehehe ... tapi sekadarnya saja. Alhamdulillah juga berkesempatan ikut kulwap ME TIME yang diadakan oleh Ibu Profesional. Isi kuliahnya padat bergizi, makin memantapkan niat, me time harus yang positif! " Me time yang paling berkualitas untuk mengatasi stres adalah tazkyatun nafs , membersihkan diri dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Jika ibu seorang muslimah, kita bisa menemukan waktu untuk me time sehari lima kali, yaitu shalat dengan khusuk. Semakin hati kita bersih dan dekat dengan Allah, s...

Rasa - Rasa Itu

Imam Ja’far ash-Shadiq, cucu Rasulullah Saw mengatakan, “Anak laki-laki adalah kenikmatan dan anak perempuan adalah kebaikan. Allah akan mempertanyakan kenikmatan,  sementara Allah akan menetapkan kebaikan”. Tentang Rasa Gimana rasanya udah nikah? Rasanya ... seperti menjalani 1000 kisah di satu hati #eaa Gimana rasanya punya anak? Rasanya ... lebih rame dari nano-nano, mencakup semua rasa. Gimana rasanya mendidik anak? Rasanya ... seperti mau ikut perang, mempertaruhkan fisik, mental dan feel . Gimana rasanya saat marah pada anak? Rasanya ... tidak bisa menjadi ibu yang baik. Menyesal, hingga bisa menangis. Apa tips rasa dalam mendidik anak? Perbanyak rasa sabar. Sabar. Ikhtiar. Sabar. Tawakal. Sabar. Istighfar. Sabar. Tidur (muehehehe) Seperti kata teh Nini (istri aa Gym), "Bila sudah terlihat gejala sikap tidak manis yang ditampakkan anak, berarti hal tersebut merupakan signal dari Allah untuk kita sabagai orang tua agar perbanyak taubat, istighfar, tafakku...

Tentang Berubah (Hijrah)

Hijrah itu gampang kok, yang susah itu istiqomahnya. Gak usah berpikir susah deh, itu hanya karna belum terbiasa. Karena kita terlena di zona nyaman, padahal kita tau ada zona yang lebih nyaman dari sekarang ini. Tapi kenapa belum move on ? Kenapa belum dikomplitkan hijrahnya? Ya, karna kebiasaan tadi. Mantapkan hati, kokohkan niat, istiqomah hingga terbiasa, insyaallah gak susah dan gak akan lama. Coba kita flashback. Awal pernikahan, begitu banyak kebiasaan yang berubah. Lama? Iya, hahaha ... Tapi akhirnya bisa berubah, kan? Saat punya kiddos , yang biasa banyak tidur, lama kelamaan jadi milih bangun daripada tidur, kan? Iya, karna hanya saat mereka tidur bisa nyantai, hahaha .... Musuh besar untuk merubah kebiasaan tadi sebenarnya rasa malas. Malas itu bisa diusir, tapi gak bisa dibunuh, ckck ... Tiap kali malas datang, lawan dengan cara ingat kembali apa niatmu, istighfar! Come on, you can do it  Zii!! Begitu juga dengan emosi. Sudah kamu coba, kan? Perintahkan hati...

Karena KLIP

Dua malam ini, aku seolah tertampar oleh pemikiran sendiri yang dipicu karena perangai si Bungsu yang entah kenapa selalu lambat untuk tidur saat malam hari. Sementara, waktu setoran per hari di Klip adalah pukul 24.00, jam sinderela, istilah teman-teman bangku belakang di WAG Klip. Target bulan ini bagiku adalah badge you are outstanding . Alhamdulillah sampai semalam masih bisa mencapai badge tersebut. Walaunpun menyetor nyaris habis jam hari itu. Dua malam kemarin, demi mengejat badge tertinggi, aku uring-uringan pada si kecil. Padahal, dia belum mengerti apapun. Namanya anak kecil, memang susah untuk memejamkan mata. Tapi, karena tujuanku nyaris tidak tercapai, emosi negatif itu sempat meluap. Semalampun aku hampir menyerah untuk tidak menulis. Setelahnya, seolah ada yang mengingatkan, "Hanya untuk sebuah badge dalam menulis, kamu bela-belain, bahkan emosi pada anak. Sedangkan, untuk sebuah kebahagiaan yang hakiki, kamu cuek. Hanya sebatas niat." Astaghfirullah ...

Sabar Itu Bukan Hanya Diam

Menjadi muslim yang baru hijrah itu tidaklah mudah. Apalagi, lingkungan tidak mendukung agar diri lebih istiqomah. Didukung wajah tampan rupawan yang banyak godaan. Uhuk. Kenalkan, gue, eh, aku Ibrahim Satria. Di rumah dipanggil Baim, di luar bang Sat. Ck! Bagi lo, eh, kamu yang pernah baca cerita gue, eh, aku tentang mengejar nilai, pasti sudah tahu siapa gebetan hati. Tapi, belum tau nama gu, aku 'kan? Dih, belibet. Ini gegara si Ustadz kecil itu, tuh. Dia bilang, 'kalau mau jadi anak baik manggilnya pake aku-kamu, Om.' Eh, kenapa gue patuh sama bocah? Oke, kita gue lagi gak mau curhat tentang itu. Gue mau sharing . Jiah. Hari ini gue ngamuk di kampus. Bukan karena nilai, tapi ada yang berusaha jauhin Nilayya dari gue. Lebih tepatnya memfitnah. Nah, kata si Abang, ini salah satu cobaan dalam hijrah. 'Harusnya kamu lebih sabar. Menikmati paras elok perempuan yang bukan mahram, termasuk zina mata, lho.' Kalau gak salah itu namanya 'iffah (menjaga k...

Romantis yang Sesungguhnya

"Kamu ... mau 'kan jadi pacarku?" Seketika netra ini membola. Oksigen terasa habis, sulit bernafas. Jantung berdetak lebih cepat, di atas normal. Perut seperti terasa tergelitik, ada rasa yang membuncah. Lalu, pipi memanas, dua ujung bibir terangkat. Sejak hari itu, dunia terasa penuh warna. Hp tak berhenti berbunyi, selalu ada pemberitahuan entah itu pesan singkat, media sosial, atau telfon. Emosi negatif seolah jauh, yang ada hanya tawa dan senyuman. Kata kangen dan sayang, seperti multivitamin penyemangat hari. Selalu ada cerita di antara kita. Bahkan, saat mulut memilih diam, bukan karena kehabisan kata, tapi karena terlalu banyak kata yang akan terucap. Saling tatap, tersenyum malu, berakhir kata cinta. Rasanya ... ingin seperti itu, selamanya. Dulu. Sekarang. Sesal. Menyesal. Ingin kembali ke waktu itu, untuk tidak melakukannya. Sebab, semua tipu daya musuh manusia yang nyata. Dia menang, yang terkutuk itu menang! Aku benci! Tersu...

M A R A H

Saya tidak pernah tahu, tapi saya juga bukan tempe (heleh). Gegara abis berbalas stiker di wag. Jadi, saya benaran tidak tau kalau memiliki balita yang beranjak menuju anak-anak, mereka lebih cerdas dibandingkan ibunya. Jawaban mereka mantap betul kalau sudah mendengar omelan sang ibu. Seperti tentang marah. Ibu kalau sudah marah, mereka seperti alarm ; " Laa taghdab ," ujar mereka tanpa menatap ibu. Ini sering mereka lontarkan saat ibu sedang marah. Atau "Ibu ndak kuat, kan? Sering marah," Tu, kan, udah bisa menyindir mereka. Kalau ini, mereka biacara saat amarah ibu udah reda. Nah, tadi tiba-tiba mereka bilang gini. "Ibu, ibu jan marah-marah, ntar ibu jadi tua, lho. Jelek." Padahal sehari ini ibu tidak ada marah. Mungkin ngomel, iya. Hehehe. "Ya, tolong juga biar ibu gak marah. Ibu marah kenapa, coba? Kalau Uda, Uni dengarin semua yang ibu bilang, ibu gak marah, kan?" Hening. "Yaa ... pokoknya ibu kalau marah, jadi ...

Botol Harapan (Kapsul Waktu)

Proyek mini dari Kampoeng Komunitas wow bagi saya. Jujur, saya baru mengenal kapsul waktu ini, ya, karena proyek ini. Selama ini, yang sering saya baca untuk mewujudkan sebuah harapan adalah ditulis, lalu ditempel di tempat yang sering terlihat. Dengan kapasitas yang sering tampak, memotivasi diri untuk mewujudkannya. Gitu .... Pernah melakukannya? Cuma ditulis tapi tidak ditempel. Bertemu kapsul waktu, saya auto search . Ternyata, maksud dari kapsul waktu umumnya adalah cara menyimpan barang-barang berharga, atau sebuah kenangan untuk generasi berikutnya. Beda dengan kapsul waktu ala kampoeng komunitas. Di sini, kami mengisi kapsul waktu dengan harapan-harapan untuk waktu yang akan datang. Diawali dengan tulisan keadaan sekarang. Untuk membuat kapsul waktu tentunya butuh benda berbentuk kapsul atau bisa menggunakan botol. Saya langsung ingat botol parfum yang masih tersimpan di atas lemari. Iya, masih ada isinya. Kemana saya buang? Saya semprotkan ke seluruh penjuru ru...

Work at Home

Ceritanya Ibu 3H pengen seperti orang-orang kantoran yang sekarang lagi work from home . Karena, Ibu memang stay at home , ya ... itu, at home . Apa, sih? 😅 Ini bukan tentang pekerjaan saya, gak usah dibahas, berat dan gak akan nemu ujungnya. Sedikit sharing bagaimana Hasyim si Anak TK belajar di rumah. Masih TK, kan? Kenapa ikut-ikutan belajar di rumah? Karena saya, tidak ingin waktu mereka terbuang percuma. Saya pun, mengambil kesempatan untuk menambah pahala. Sudah hampir setahun, Hasyim belajar mengaji dengan Mualimahnya di sekolah. Sekarang, ada waktu saya, kenapa tidak? Sebenarnya, sebelum Hasyim TK, si Uda ini sudah mulai beraktivitas ala-ala Ibu di rumah, tapi tidak ibu paksa. Kalau mau, Alhamdulillah, kalau tidak ya, tidak apa-apa. Namun, sekarang, memang ada sedikit paksaan tapi, ibu memulai dulu dengan cerita. Jika tidak mempan, lanjut dengan iming-imingi hadiah. Biasa, sih, manjur kalau sudah dijanjikan hadiah. "Ikhlas, kan, Hasyim baca Iqra-nya?...

Sakit

Allah ﷻ sedang menunjukkan kasihNya pada saya. Sudah hampir sepekan kulit tiga jari tangan kiri ini infeksi. Terserang bakteri. Tiba-tiba melepuh, bernanah lalu mengelupas. Sakitnya? Subhanallah ... perih. Hasil tanya google, di situs halodoc, penyakit ini bernama  Impetigo bulosa ; timbul bintik-bintik berisi cairan yang terasa nyeri dan membuat area kulit di sekitarnya terasa gatal, yang akan pecah dan meninggalkan kerak berwarna kekuningan dalam waktu beberapa hari. Mirip itu. Udah tanya doktet secara langsung, kok. Tapi, bu dokternya gak bilang nama penyakitnya. Dikasih salaf dan obat minum. Sesekali keluhan itu terlontar juga. Manusiawi. Namun, segera beristighfar. Teringat kesabaran Nabi Ayyub dengan sakit kulitnya yang sangat lama. Sungguh, betapa dahsyatnya kesabaran yang dianugerahkan Allah ﷻ kepada Beliau. Berharap diri ini bisa meniru ketabahan dalam menikmati sakit ini. Jika sakit itu datang, bagi saya, teringat dosa-dosa yang mungkin semakin banya...

Sunnah yang Diwajibkan

Muhasabah Diri Dulu, kalau mengingat tentang hukum suatu ibadah adalah sunnah, maka cenderung ditinggalkan. Cuma sunnah, gak apa-apalah, gak dikerjain gak dosa juga. Kini, baru terasa ... yang katanya 'hanya' sunnah, begitu banyak manfaatnya untuk diri sendiri kelak di akhirat, ataupun untuk kehidupan yang fana ini. Salah satu manfaat sunnah, adalah sebagai penambal kesalahan-kesalahan disaat melaksanakan ibadah wajib. Nah, kalau yang wajib saja tidak sempurna, lalu yang sunnah tidak dikerjakan pula. Apakah akan ibadah wajib itu dibiarkan rusak? Sementara, kelak akan diperhitungkan. Astaghfirullah ... Astaghfirullah ... Astaghfirullah .... Ibadah sunnah itu sendiri begitu banyak pahalanya. Tahukah kamu, ada amalan sunnah khusus di hari Jumat? Pertama : memperbanyak shalawat Nabi Dari Abu Umamah, Rasulullah ﷺ bersabda أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَا...

Hari Ini

Hari yang dimulai dengan rengekan anak itu ... hanya ibu yang tau rasanya. Diri yang sudah dibuat sabar, bahkan istighfar sekaligus, ditambah komentar yamg sebenarnya makin bikin kesal. Mau bilang, coba diposisi saya jelas gak mungkin. Ya udah lepaskan, biarkan, diam saja sekedar mengontrol diri. Tahan diri biar gak ngomong, karna sekali ngomong bisa melayang semua-muanya, hahaha .... Memang ada saat ketika kesal berada dipuncak kepala, mau teriak 'gak usah komentar', cuma nambah dosa dan makin kesal. Diam satu-satunya cara melawan semua situasi. Biarkan anak-anak melakukan yanh mereka suka, lepaskan saja. Menenangkan diri itu sebentar kok, istighfar aja banyak-banyak. Tapi, tetap saja saya paling gemes jika mereka menangis gak jelas, apalagi pake gantian. Ya Allah ... mau ikutan nangis juga jadinya 😂 Ibu lagi latihan bagaimana semua hal menjadi menyenangkan bagi 2H. Gak gampang ternyata. Buktinya ibu gagal membujuk hasyim yang lagi mogok mandi pagi ini 😁 Jika sudah...

Ibu Profesional Itu, yang Bagaimana, Sih?

Mantra Ibu Profesional dari Institut Ibu Profesional, adalah banyak beraktivitas dan ngobrol bareng bersama suami dan anak . Sesuai postingan sepekan yang lalu tentang menuju produktif, sekarang saya mencoba merinci indikator seorang ibu profesional itu bagaimana, sih? Sesuai arahan dari Kampoeng Komunitas, maka saya buat indikator tersebut secara SMART. Spesifik/ unik, dan detail Measurable (terukur) Achievable (tidak terlalu sulit, juga tidak terlalu gampang) Realistic (sesuai kegiatan sehari-hari) Timebone (ada batas waktu) Manajemen waktu → Waktu tidak akan pernah kembali. Gunakan memperbanyak ibadah dan aktivitas yang lebih menghasilkan. Gadget bukanlah pengisi waktu luang. → Pemakaian gadget ; pagi setelah anak-anak berangkat sekolah. Siang, saat anak-anak tidur siang. Malam, sejenak, sebelum tidur. Komunikasi dengan Pasangan Setiap terlihat ada kesempatan, duduklah di samping pasangan. Memang, adakala, pasangan tidak sedang berada di mood untuk sharing atau ...

Sedikit Catatan Ibu

Di keheningan malam saat mata akan terpejam, terdengar percakapan dari dua suara balita di kamar sebelah. "Badan ibu kayak matahari ya uda, panas." "Iya. Ibu sakit. Ibu sering marah ya." Terdengar nada suara uda yang penuh iba. Hati ini pun terenyuh. Beberapa saat kembali hening. Suara jangkrik dari sebelah dinding kamar yang tadi bersahut-sahutan perlahan berganti dengan suara rintik yang menyegarkan. "Hujan uda." sorak si uni ceria, serempak terdengar mereka melantunkan doa hujan. "Enaknya ibu kayak hujan aja ya uda." lanjut nak gadis lagi. "Apa?" uda terdengar bingung, begitupun saya menanti jawaban si uni. "Iya, ibu enaknya kayak hujan. Sejuk, badan ibu tidak panas." "Iya ya, kalau ibu sehat, ibu ga marah-marah lagi." Ya Rabb ... seketika menetes air mata ini. Izinkan hamba menjadi seperti yang mereka inginkan, menjadi setetes hujan yang menyejukkan dalam keluarga ini. 🍁🍁🍁 Saya termasuk ...

Prioritas

Jika berbicara apa prioritas di dalam hidup, pastinya Allah dan Rasulullah. Itu adalah prioritas di atas prioritas. Di sini saya--sebagai seseorang yang sangat awam--mencoba sedikit mengulik tentang salah satu prioritas keseharian suami dan istri. "Sesekali, tolong dong Ayah yang didulukan." Begitu rengekan suami beberapa hari yang lalu. Ya, saya akui suami jadi yang ke dua setelah kami mempunyai bayi yang ke tiga. Bukan bermaksud tidak mendahulukannya, hanya saja kadang ingin strika baju misalnya, bayi bangun. Kadang ingin memasak cemilan untuk suami, anak-anak minta ini atau itu. Mau mengerjakan malam, lelah keburu datang. Padahal, kebutuhan suami tidak seberapa dibandingkan anak, tapi malah terkesampingkan. Makanan yang siap disantap, cemilan, baju yang siap untuk dipakai, dan bercinta. Kira-kira hanya itu (mungkin) yang sangat dibutuhkannya. Bersyukur jika suami tidak pernah menuntut, tapi tidakkah sebagai seorang istri merasa bukan menjadi istri yang sholehah? In...

Suara Hatiku (Bayi)

Bu, maafkan aku Jika aku sering menangis Karna dengan suara tangis ini membuatku selalu bisa bersamamu Bu, maafkan aku Jika aku ingin selalu di dekatmu Karna hanya dengan kehadiranmu membuatku tenang Bu, maafkan aku Jika aku ingin selalu berada di tubuhmu Karna tempat ternyaman bagiku adalah di sisimu Bu, maafkan aku Jika tidak mengerti dengan lelahmu, Tidak mengerti dengan katamu, Yang ku tahu, suaramu membuatku bahagia. Entah itu karena Engkau senang, sekalipun karna emosi. Bu, hanya Engkau yang mengerti aku Hanya Ibu