Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label note to myself

Catatan Saja

Sebelumnya ( klik ) Kalimat terakhir kemarin aku menulis, 'salah satunya'. Bukan salah satunya, tapi satu-satunya. Itu sudah kuedit. Jadi, dua tahun yang lalu, aku yang baru mengenal Islam lebih dalam, sedikit terkaget-kaget. 'Eh, kenapa ada kelompok-kelompok gitu di Islam?' Ada Islam liberal. Ahlus sunnah wal jamaah. Jamaah tabligh. Salafi, dan yang lain yang masih banyak yang tidak kutahui. Semua itu aku ketahui hanya dari mulut, tidak diberitahu. Sebagai umat muslim, bukankah kita diwajibkan menuntut ilmu? Mencari tahu itu sama dengan menuntut ilmu 'kan? Sedikit tentang pemikiranku tentang mencari ilmu dan dosa. Di dalam Islam, jika melakukan suatu kesalahan tanpa diri ketahui bahwa itu adalah sebuah dosa, maka diri terlepas dari hukuman dosa. Jadi, karena kutahu dalil ini dari dulu, maka kujadikanlah hal itu sebagai alasan untuk tidak mencari tahu apakah perbuatan itu dosa atau tidak. Eh, ternyata itu sebuah kesalahan besar. Karena seorang muslim itu, wajib menu...

Catatan Saja

 Aku Islam. Dan aku bangga telah menjadi muslimah yang taat. Bukankah yang wajib itu shalat, dan puasa di bulan Ramadhan? Itu sudah kulakukan. Berakhlak baik, bersedekah, dan tidak mengerjakan yang haram. Oh ya, aku juga sudah menutup kepala. Setidaknya Islamku, tidak hanya Islam di KTP saja. Sekali lagi, aku bangga tidak pernah meninggalkan shalat, berpuasa di bulan Ramadhan. Di mata teman-teman, aku alim. Walaupun hanya itu. Ternyata ... shalat, berpuasa wajib, dan berakhlak mulia, tidaklah cukup untuk memenuhi tujuan kudiciptakan. Ternyata ... semua kewajiban yang telah kulakukan belum pasti diterima. Lalu, apakah semua yang telah kukerjakan sia-sia? Dari yang kupelajari, semua yang dilakukan semata-mata hanya karena-Nya, tidak akan percuma. Insyaallah. Alhamdulillah. Syukurlah. Namun, itu masih jauh untuk memenuhi tujuan hidup yang sebenarnya. Sekali lagi, dari yang kupelajari, untuk menyempurnakan semua kewajiban kita sebagai muslim, maka kerjakanlah yang sunnah. Ternyata sunn...

Sejenak Jeda dari Letih Dunia

Dunia, hanya tempat persinggahan yang membutuhkan jeda   Bukankah kita harus menepi sejenak saat sedang di dalam perjalanan panjang? Bukankah kita harus berhenti sejenak saat bekerja terlalu berat? Bukankah kita harus istirahat walau sejenak saat jiwa terasa lelah? Buku kecil ini begitu menampar saya saat membacanya. Baru membaca empat sub judul, terasa menikam hati, "Ini benar, dan saya salah." Mengingatkan banyak kesalahan diri, self reminder . Banyak catatan kecil bermakna besar yang bisa dibaca berulang-ulang agar diri menepi sejenak. Note to myself .  Katanya komik dewasa, nyatanya bisa dibaca untuk remaja. Ini buku, bakal disimpan baik-baik, untuk si Uda nanti.

Hei, Bunsay ... Ketemu lagi

Tiga tahun berlalu setelah cuti dari kelas bunda sayang. Kini, di new chapter (NC) 2020 (itu pun disemangati oleh teman-teman IP. Jazakillah khair , tanpa kalian aku akan masih di kelas matrikulasi, huks ....), akhirnya masuk kelas bunda sayang alias bunsay. Mau tau alasan Ibu 3H kenapa dulu cuti? Pertama, sok-sokan sanggup langsung lanjut, padahal kepala sedang penuh. Ke dua, ada kesenangan baru yang tidak memungkinkan pegang hp terlalu lama. Ke tiga, yang ini rahasia ajalah. Jadi, perkuliahan IP di NC 2020 itu dimodifikasi dengan metode dan model pembelajaran yang kreatif 😍 Sekarang, baru mulai pra nya, sih. Tanggal 28 Juli yang lalu, dan deadline game pertama itu besok, trus ... si Ibu 3H malah masih nulis perkenalan ini, ckckck .... Sedikit gambaran model pembelajaran bunsay ini. Kelas bunsay ini akan berlangsung di sebuah pulau, namanya pulau Cahaya. Nah, di pulau ini, para bunda akan menghadapi empat wahana sebagai pra sebelum memasuki game yang sebenarnya. Siapa sih, yang gak...

Amanah yang Penuh Makna

Pernah berpikir ingin kembali ke masa kanak-kanak? Masa penuh warna tanpa sedikitpun terasa masalah hidup. Lalu, kenapa setelah memiliki anak, tidak mencoba agar warna itu tetap berwarna? 💕💕💕 Namanya juga anak-anak. Makanya, tanamkan akhlaqul karimah dari sekarang, agar menjadi kebiasaanya kelak. Makanya, dibiasakan segala ibadah agar hidupnya selamat hingga nanti Makanya, putus rantai kebiasaan buruk pada hidupnya. Namanya juga anak-anak, lalu selalu memberi kemakluman? Aku sih, no! 💕💕💕 Seperti anak-anak yang selalu memaafkan segala kesalahan orang tuanya. Seperti anak-anak yang hatinya selalu penuh kasih. Layaknya anak-anak yang mewarnai harinya sendiri. Layaknya anak-anak yang jiwanya tanpa noda. 💕💕💕 H iduplah sesuai angan-anganmu A mbillah Quran sebagai peganganmu S ujudkan selalu kepalamu memohon ridho Illahi Y akinlah, doa kami selalu menyertaimu I mpikan segalanya untuk kebahagiaanmu M unajatan selalu hatimu pada Illahi H ijabkan seluruh tubuhmu A malkan sunnah nabi dih...

Let's Read Loudly

Breeet. Kepala ini langsung menoleh ke bunyi kertas yang baru saja dirobek. Sementara, pelaku dengan mata bening berwajah polos itu memandangku dengan raut cemas. Hal ini bukan pertama kalinya terjadi, terbukti buku-buku full colour itu sudah diperban di mana-mana. Dulu, pertama-tama mulai koleksi buku anak, sedikit histeris jika ada kejadian robek-merobek. Mungkin itu juga, yang membuat Hasyim jadi tidak mau menyentuh buku mulanya. Padahal, saya sengaja menghadirkan buku-buku di sekitar tempatnya bermain . Beberapa hari, masih saja Hasyim tidak tertarik. Saya menambah tumpukkan buku, bahkan sedikit membiarkan berantakkan di dekat dia bermain. Ternyata, sama saja, tetap tak peduli. Jadi, Moms , tak apa buku-buku itu robek sedikit. Masih bisa di lem. Namun, jika mentalnya yang robek karena kita tidak terima buku rusak, lem apapun tak akan dapat memperbaiki jiwanya. Rasa putus asa yang tadi hampir menyarang, pergi saat saya dengan malas-malasan membuka buku-buku tadi satu per...

Me Time

Only my self, but ... (saya gak bisa lanjut berbahasa Inggris, bukan karena apa-apa, tapi kasihan pada teman yang kena todong minta ditransletkan, hakz ...) Me time buat Ibu 3H cenderung jadi lazy time , tapi itu dulu, sebelum kena tampar oleh quote sesebunda (lupa nama akunnya), "Jangan senang bisa dapat ME TIME , kalau waktu itu cuma digunakan hanya untuk duniawi". Astaghfirullah .... Sejak dapat quote itu berubah? Gak, masih sering stalking media sosial, hehehe ... tapi sekadarnya saja. Alhamdulillah juga berkesempatan ikut kulwap ME TIME yang diadakan oleh Ibu Profesional. Isi kuliahnya padat bergizi, makin memantapkan niat, me time harus yang positif! " Me time yang paling berkualitas untuk mengatasi stres adalah tazkyatun nafs , membersihkan diri dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Jika ibu seorang muslimah, kita bisa menemukan waktu untuk me time sehari lima kali, yaitu shalat dengan khusuk. Semakin hati kita bersih dan dekat dengan Allah, s...

Rasa - Rasa Itu

Imam Ja’far ash-Shadiq, cucu Rasulullah Saw mengatakan, “Anak laki-laki adalah kenikmatan dan anak perempuan adalah kebaikan. Allah akan mempertanyakan kenikmatan,  sementara Allah akan menetapkan kebaikan”. Tentang Rasa Gimana rasanya udah nikah? Rasanya ... seperti menjalani 1000 kisah di satu hati #eaa Gimana rasanya punya anak? Rasanya ... lebih rame dari nano-nano, mencakup semua rasa. Gimana rasanya mendidik anak? Rasanya ... seperti mau ikut perang, mempertaruhkan fisik, mental dan feel . Gimana rasanya saat marah pada anak? Rasanya ... tidak bisa menjadi ibu yang baik. Menyesal, hingga bisa menangis. Apa tips rasa dalam mendidik anak? Perbanyak rasa sabar. Sabar. Ikhtiar. Sabar. Tawakal. Sabar. Istighfar. Sabar. Tidur (muehehehe) Seperti kata teh Nini (istri aa Gym), "Bila sudah terlihat gejala sikap tidak manis yang ditampakkan anak, berarti hal tersebut merupakan signal dari Allah untuk kita sabagai orang tua agar perbanyak taubat, istighfar, tafakku...

Tentang Berubah (Hijrah)

Hijrah itu gampang kok, yang susah itu istiqomahnya. Gak usah berpikir susah deh, itu hanya karna belum terbiasa. Karena kita terlena di zona nyaman, padahal kita tau ada zona yang lebih nyaman dari sekarang ini. Tapi kenapa belum move on ? Kenapa belum dikomplitkan hijrahnya? Ya, karna kebiasaan tadi. Mantapkan hati, kokohkan niat, istiqomah hingga terbiasa, insyaallah gak susah dan gak akan lama. Coba kita flashback. Awal pernikahan, begitu banyak kebiasaan yang berubah. Lama? Iya, hahaha ... Tapi akhirnya bisa berubah, kan? Saat punya kiddos , yang biasa banyak tidur, lama kelamaan jadi milih bangun daripada tidur, kan? Iya, karna hanya saat mereka tidur bisa nyantai, hahaha .... Musuh besar untuk merubah kebiasaan tadi sebenarnya rasa malas. Malas itu bisa diusir, tapi gak bisa dibunuh, ckck ... Tiap kali malas datang, lawan dengan cara ingat kembali apa niatmu, istighfar! Come on, you can do it  Zii!! Begitu juga dengan emosi. Sudah kamu coba, kan? Perintahkan hati...

Karena KLIP

Dua malam ini, aku seolah tertampar oleh pemikiran sendiri yang dipicu karena perangai si Bungsu yang entah kenapa selalu lambat untuk tidur saat malam hari. Sementara, waktu setoran per hari di Klip adalah pukul 24.00, jam sinderela, istilah teman-teman bangku belakang di WAG Klip. Target bulan ini bagiku adalah badge you are outstanding . Alhamdulillah sampai semalam masih bisa mencapai badge tersebut. Walaunpun menyetor nyaris habis jam hari itu. Dua malam kemarin, demi mengejat badge tertinggi, aku uring-uringan pada si kecil. Padahal, dia belum mengerti apapun. Namanya anak kecil, memang susah untuk memejamkan mata. Tapi, karena tujuanku nyaris tidak tercapai, emosi negatif itu sempat meluap. Semalampun aku hampir menyerah untuk tidak menulis. Setelahnya, seolah ada yang mengingatkan, "Hanya untuk sebuah badge dalam menulis, kamu bela-belain, bahkan emosi pada anak. Sedangkan, untuk sebuah kebahagiaan yang hakiki, kamu cuek. Hanya sebatas niat." Astaghfirullah ...

Sabar Itu Bukan Hanya Diam

Menjadi muslim yang baru hijrah itu tidaklah mudah. Apalagi, lingkungan tidak mendukung agar diri lebih istiqomah. Didukung wajah tampan rupawan yang banyak godaan. Uhuk. Kenalkan, gue, eh, aku Ibrahim Satria. Di rumah dipanggil Baim, di luar bang Sat. Ck! Bagi lo, eh, kamu yang pernah baca cerita gue, eh, aku tentang mengejar nilai, pasti sudah tahu siapa gebetan hati. Tapi, belum tau nama gu, aku 'kan? Dih, belibet. Ini gegara si Ustadz kecil itu, tuh. Dia bilang, 'kalau mau jadi anak baik manggilnya pake aku-kamu, Om.' Eh, kenapa gue patuh sama bocah? Oke, kita gue lagi gak mau curhat tentang itu. Gue mau sharing . Jiah. Hari ini gue ngamuk di kampus. Bukan karena nilai, tapi ada yang berusaha jauhin Nilayya dari gue. Lebih tepatnya memfitnah. Nah, kata si Abang, ini salah satu cobaan dalam hijrah. 'Harusnya kamu lebih sabar. Menikmati paras elok perempuan yang bukan mahram, termasuk zina mata, lho.' Kalau gak salah itu namanya 'iffah (menjaga k...

Romantis yang Sesungguhnya

"Kamu ... mau 'kan jadi pacarku?" Seketika netra ini membola. Oksigen terasa habis, sulit bernafas. Jantung berdetak lebih cepat, di atas normal. Perut seperti terasa tergelitik, ada rasa yang membuncah. Lalu, pipi memanas, dua ujung bibir terangkat. Sejak hari itu, dunia terasa penuh warna. Hp tak berhenti berbunyi, selalu ada pemberitahuan entah itu pesan singkat, media sosial, atau telfon. Emosi negatif seolah jauh, yang ada hanya tawa dan senyuman. Kata kangen dan sayang, seperti multivitamin penyemangat hari. Selalu ada cerita di antara kita. Bahkan, saat mulut memilih diam, bukan karena kehabisan kata, tapi karena terlalu banyak kata yang akan terucap. Saling tatap, tersenyum malu, berakhir kata cinta. Rasanya ... ingin seperti itu, selamanya. Dulu. Sekarang. Sesal. Menyesal. Ingin kembali ke waktu itu, untuk tidak melakukannya. Sebab, semua tipu daya musuh manusia yang nyata. Dia menang, yang terkutuk itu menang! Aku benci! Tersu...

Hal Receh Karena Jilbab

Dulu, aku mengenalnya dengan nama jilbab. Malahan, aku mikir, hijab itu jilbab yang dimodel-modelkan. Hakz. Aku memang sekuper itu. Sumber gambar : Sumsel Tribuns News Karena di Indonesia kita mengenal jilbab sebagai penutup kepala, jadi di dalam tulisan receh ini, kita tetap menggunakan istilah jilbab. Aku menggunakan jilbab tahun 2003 silam. Keinginan memakai sebenarnya sudah sedari tahun 2000, tapi Nyonya besar melarang, "masih terlalu kecil, Nak. Ntar, pergi sekolahnya terburu-buru." Begitu alasan beliau dulu. Kepo kenapa tamat SD aku sudah ada keinginan berjilbab? Karena teman dekat melanjutkan pendidikannya ke tsanawiyah, ya pasti berjilbab 'kan. Udah, itu aja kok, alasannya. Namun, selain ke sekolah, sesekali jika jalan ke luar rumah, aku memakai jilbab. Alasannya lagi? Karena tertarik saat perempuan tercinta menggunakannya. Lalu, akhirnya aku memakai jilbab saat memakai seragam putih abu-abu. Alasannya? Aku begitu stres mengatur rambut yang ... aish, ...

M A R A H

Saya tidak pernah tahu, tapi saya juga bukan tempe (heleh). Gegara abis berbalas stiker di wag. Jadi, saya benaran tidak tau kalau memiliki balita yang beranjak menuju anak-anak, mereka lebih cerdas dibandingkan ibunya. Jawaban mereka mantap betul kalau sudah mendengar omelan sang ibu. Seperti tentang marah. Ibu kalau sudah marah, mereka seperti alarm ; " Laa taghdab ," ujar mereka tanpa menatap ibu. Ini sering mereka lontarkan saat ibu sedang marah. Atau "Ibu ndak kuat, kan? Sering marah," Tu, kan, udah bisa menyindir mereka. Kalau ini, mereka biacara saat amarah ibu udah reda. Nah, tadi tiba-tiba mereka bilang gini. "Ibu, ibu jan marah-marah, ntar ibu jadi tua, lho. Jelek." Padahal sehari ini ibu tidak ada marah. Mungkin ngomel, iya. Hehehe. "Ya, tolong juga biar ibu gak marah. Ibu marah kenapa, coba? Kalau Uda, Uni dengarin semua yang ibu bilang, ibu gak marah, kan?" Hening. "Yaa ... pokoknya ibu kalau marah, jadi ...

Ke Surga, Yuk, Nak ....

Pusing ya, Moms, kalau si kecil sedang menginginkan sesuatu, harus dapat sekarang, saat ini juga! Ya, kalau kondisi kejiwaan sang emak sedang slow, bisa dengan sabar melayani atau setidaknya memberi penjelasan untuk mengerti. Nah, kalau kejiwaan sedang high? "Kalau gak mau nunggu, ambil sendiri!" Lalu si anak makin merengek, si mamak makin kesal, semakin ribut, berakhir dengan kekecewaan dan penyesalan. Huft! Saya dapat beberapa kalimat untuk mengantisipasi anak yang meminta sesuatu, harus dapat sekarang. Kemarin, di saat kondisi kewarasan Ibu sedang normal (helehh), terjadilah percakapan santai. Lupa bicara apa diawal, yang ingat tiba-tiba Hasyim bilang, "kalau mau cepat dapat, besok di surga. Ya, kan, Bu?" "Benar. Kalau di surga, mau apa saja langsung dapat. Tanpa menunggu atau berusaha dulu." "Boleh makan permen, Bu? "Boleh." "Main hujan terus, Bu" "Sepuasnya." "Gak makan nasi, makan es krim ...

Work at Home

Ceritanya Ibu 3H pengen seperti orang-orang kantoran yang sekarang lagi work from home . Karena, Ibu memang stay at home , ya ... itu, at home . Apa, sih? 😅 Ini bukan tentang pekerjaan saya, gak usah dibahas, berat dan gak akan nemu ujungnya. Sedikit sharing bagaimana Hasyim si Anak TK belajar di rumah. Masih TK, kan? Kenapa ikut-ikutan belajar di rumah? Karena saya, tidak ingin waktu mereka terbuang percuma. Saya pun, mengambil kesempatan untuk menambah pahala. Sudah hampir setahun, Hasyim belajar mengaji dengan Mualimahnya di sekolah. Sekarang, ada waktu saya, kenapa tidak? Sebenarnya, sebelum Hasyim TK, si Uda ini sudah mulai beraktivitas ala-ala Ibu di rumah, tapi tidak ibu paksa. Kalau mau, Alhamdulillah, kalau tidak ya, tidak apa-apa. Namun, sekarang, memang ada sedikit paksaan tapi, ibu memulai dulu dengan cerita. Jika tidak mempan, lanjut dengan iming-imingi hadiah. Biasa, sih, manjur kalau sudah dijanjikan hadiah. "Ikhlas, kan, Hasyim baca Iqra-nya?...

Kamu

Allah mempertemukan kita di waktu yang tepat, bagiku. Saat itu, rasa yang tak biasa belum begitu menjiwa. Hanya saja, batin ini nyaman saat bersamamu. Tidak ada keraguan saat dirimu ingin memperjelas ikatan di antara kita. Semestapun seolah memperlancar saat engkau mengucap janji suci.  Barakallahu fiikum . Dan ... hari-hari itu kita lalui. Manis, pahit, bahkan pedas pernah kuterima darimu. Kuterima, ikhlas, walau pasti ada tangis yang tersembunyi darimu. Namun, semua adalah ajaran bagiku dalam bersikap, menghabiskan hidupku bersamamu. Kemudian, Allah dengan caranya, menunjukkanku bagaimana mencintaimu. Tidak berlebihan, apa adanya, tentunya mencintaimu karena Dia Sang Penguasa Hati. Bukan berarti, kuselalu mengingat kesalahanmu, tidak. Manismu 'kan jadi mimpiku, pahit itu 'kan kulenyapkan tanpa tersisa. Selalu kucoba. Jika saja manis selalu terasa, mungkin aku tidak tahu bagaimana rasanya pahit. Mungkin ... aku lupa siapa yang memberi rasa-rasa indah itu. Ak...

Sakit

Allah ﷻ sedang menunjukkan kasihNya pada saya. Sudah hampir sepekan kulit tiga jari tangan kiri ini infeksi. Terserang bakteri. Tiba-tiba melepuh, bernanah lalu mengelupas. Sakitnya? Subhanallah ... perih. Hasil tanya google, di situs halodoc, penyakit ini bernama  Impetigo bulosa ; timbul bintik-bintik berisi cairan yang terasa nyeri dan membuat area kulit di sekitarnya terasa gatal, yang akan pecah dan meninggalkan kerak berwarna kekuningan dalam waktu beberapa hari. Mirip itu. Udah tanya doktet secara langsung, kok. Tapi, bu dokternya gak bilang nama penyakitnya. Dikasih salaf dan obat minum. Sesekali keluhan itu terlontar juga. Manusiawi. Namun, segera beristighfar. Teringat kesabaran Nabi Ayyub dengan sakit kulitnya yang sangat lama. Sungguh, betapa dahsyatnya kesabaran yang dianugerahkan Allah ﷻ kepada Beliau. Berharap diri ini bisa meniru ketabahan dalam menikmati sakit ini. Jika sakit itu datang, bagi saya, teringat dosa-dosa yang mungkin semakin banya...

Sunnah yang Diwajibkan

Muhasabah Diri Dulu, kalau mengingat tentang hukum suatu ibadah adalah sunnah, maka cenderung ditinggalkan. Cuma sunnah, gak apa-apalah, gak dikerjain gak dosa juga. Kini, baru terasa ... yang katanya 'hanya' sunnah, begitu banyak manfaatnya untuk diri sendiri kelak di akhirat, ataupun untuk kehidupan yang fana ini. Salah satu manfaat sunnah, adalah sebagai penambal kesalahan-kesalahan disaat melaksanakan ibadah wajib. Nah, kalau yang wajib saja tidak sempurna, lalu yang sunnah tidak dikerjakan pula. Apakah akan ibadah wajib itu dibiarkan rusak? Sementara, kelak akan diperhitungkan. Astaghfirullah ... Astaghfirullah ... Astaghfirullah .... Ibadah sunnah itu sendiri begitu banyak pahalanya. Tahukah kamu, ada amalan sunnah khusus di hari Jumat? Pertama : memperbanyak shalawat Nabi Dari Abu Umamah, Rasulullah ﷺ bersabda أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَا...

Hari Ini

Hari yang dimulai dengan rengekan anak itu ... hanya ibu yang tau rasanya. Diri yang sudah dibuat sabar, bahkan istighfar sekaligus, ditambah komentar yamg sebenarnya makin bikin kesal. Mau bilang, coba diposisi saya jelas gak mungkin. Ya udah lepaskan, biarkan, diam saja sekedar mengontrol diri. Tahan diri biar gak ngomong, karna sekali ngomong bisa melayang semua-muanya, hahaha .... Memang ada saat ketika kesal berada dipuncak kepala, mau teriak 'gak usah komentar', cuma nambah dosa dan makin kesal. Diam satu-satunya cara melawan semua situasi. Biarkan anak-anak melakukan yanh mereka suka, lepaskan saja. Menenangkan diri itu sebentar kok, istighfar aja banyak-banyak. Tapi, tetap saja saya paling gemes jika mereka menangis gak jelas, apalagi pake gantian. Ya Allah ... mau ikutan nangis juga jadinya 😂 Ibu lagi latihan bagaimana semua hal menjadi menyenangkan bagi 2H. Gak gampang ternyata. Buktinya ibu gagal membujuk hasyim yang lagi mogok mandi pagi ini 😁 Jika sudah...