Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita anak

Orang Tua Kita : Cerita Anak Religi

Aku paling senang saat teman-teman bertemu ayah dan ibunya setelah pulang sekolah. Ada yang berpelukkan, ada yang digendong, ada juga yang merengek. Tetapi yang paling banyak kulihat adalah wajah yang saling tersenyum sambil berpegangan tangan. Aku sendiri belum dijemput mama. Sambil menunggu mama, aku memperhatikan teman-teman. Di dekat pintu pagar, aku melihat Arif duduk sendiri. Wah, aku ada teman. Lalu kuhampiri dia. Saat kulihat wajahnya, ternyata dia menangis. "Kamu kenapa?" tanyaku jongkok di depannya. "Ibuku sakit. Kata kakak ibu bisa meninggal," isak Arif. "Sekarang yang jemput kamu siapa?" Aku merasa kasihan sekali pada Arif. "Ayah. Tapi ayah gak datang-datang." Tangis Arif semakin keras. Aku semakin sedih melihatnya. Aku ingat, ustadzah masih di dalam sekolah. Maka aku berlari memanggil ustadzah Nisa. Setelah kuberi tau ustadzah Nisa, aku kembali mendekati Arif. Ternyata mama sudah duduk di sebelah Arif. Mama memeluk Arif. "Ibu Ar...

Cerita Terkejut By : Uni Hafshah

Penulis : Ibu Pulang sekolah Hafshah bercerita serius pada Uda. Uda pun mendengarkan dengan seksama. Ibu menyimak pura-pura bermain hp. Cerita Uni ini mengandung thriller dan comedy. Begini ceritanya. Seorang ibu ingin berbelanja, entah mau belanja apa tapi tidak mempunyai uang. (Ini teringat ibu ya, Nak? Hahaha). Saat itu, sang papa sedang tidak di rumah, katanya pergi ke pasar. Maka ibu itu mengambil uang si papa. (Tapi ini bukan ibu, ya!). Ternyata saat si ibu mengambil uang, si papa sudah pulang dan ibu tidak mengetahuinya. Lalu papa diam-diam mendekati ibu dan mengejutkannya. Si ibu sangat terkejut dan langsung berlari ke arah dapur. Ingin bersembunyi dari papa yang mengejarnya. Akhirnya ibu memilih bersembunyi di kulkas atas. (Maksud Uni kulkas atas adalah freezer. "Memang muat di freezer?" tanya si Uda, "freezernya besar", jawab Hafshah lagi). Semua kehilangan ibu awalnya. Setelah dicari-cari, ibu ditemukan membeku di dalam kulkas atas. Anak ibu dan papa ini ...

Papila

  "Wah, nemu di mana, Dek?" Bang Faris baru saja pulang sekolah. Tampak Hamzah duduk di teras rumah sendirian. Di pangkuannya ada seekor kucing kecil berwarna kuning dan putih. "Di lapangan, Bang. Kasihan, deh," jawab Hamzah sambil mengelus-elus kucing kecil di pangkuannya. "Mengeong-ngeong terus tadi. Makanya aku bawa," lanjut Hamzah. "Udah izin Mama belum?" tanya Bang Faris lagi. Hamzah menggeleng lemah. Mama kurang menyukai ada binatang di rumah. Kata mama, nanti rumah jadi bau, karena kotorannya. Padahal, Hamzah suka sekali dengan kucing, lucu, sih. "Apa itu, Dek?" tanya Mama yang tiba-tiba keluar rumah. Hamzah langsung berdiri terkejut. Lalu, menyembunyikan kucing di belakang punggungnya. Hamzah takut, kalau mama menyuruh membuang kucing itu. "Kucing, Ma." Yang jawab adalah Bang Faris. "Hamzah janji bersihin kotorannya, Ma. Jangan disuruh buang, ya, Ma," pinta Hamzah memelas. Mama hanya diam. Melihat janji dan k...

Layang - Layang

Hari ini, ayah akan mengajak Uda dan Uni bermain di lapangan. "Asiiik. Kita mau main bola ya, Yah?" tanya Uda. "Main sepeda aja 'kan, Yah?" tanya Uni tidak kalah girangnya. "Tidak dua-duanya," jawab Ayah sambil tersenyum. Tawa Uda dan Uni menghilang mendengar jawaban sang Ayah. "Tapi, kita akan main layang-layang!" sorak Ayah lagi. "Yeaayyy!" Uda dan Uni kembali berteriak senang. Lalu tidak sabar mengajak Ayah langsung ke lapangan. "Sabar, Nak. Kita buat dulu layang-layangnya." "Memang Ayah bisa buatnya?" tanya Uda sambil memperhatikan Ayah memilah-milah bambu. "Bisa, dong. Tunggu, ya." Uda dan Uni duduk melihat Ayah yang mulai merakit beberapa buluh untuk dijadikan kerangka layangan. Hati-hati Ayah mengikat satu per satu buluh agar membentuk sebuah layangan. Namun, karena Ayah terlalu erat menarik benang untuk mengikat, tiba-tiba benang itu putus dan rangka layangan yang hampir selesai itu lepas. Berse...

The Last Rides

 Wahana Diving Menyelami Diri Lebih Dalam “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka ” ( QS. Ar-Ra’d : 11 ) “ Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram. ” (Q.S Ar-Ra’du : 28) “ Barang siapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan .” (Qs. An-Nahl : 97) "Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu menga takan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS ash-Shaff : 2-3) "...Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..." (QS. Al-Mujadilah : 11) "Allah menganugerahkan al hik...

Amanah yang Penuh Makna

Pernah berpikir ingin kembali ke masa kanak-kanak? Masa penuh warna tanpa sedikitpun terasa masalah hidup. Lalu, kenapa setelah memiliki anak, tidak mencoba agar warna itu tetap berwarna? 💕💕💕 Namanya juga anak-anak. Makanya, tanamkan akhlaqul karimah dari sekarang, agar menjadi kebiasaanya kelak. Makanya, dibiasakan segala ibadah agar hidupnya selamat hingga nanti Makanya, putus rantai kebiasaan buruk pada hidupnya. Namanya juga anak-anak, lalu selalu memberi kemakluman? Aku sih, no! 💕💕💕 Seperti anak-anak yang selalu memaafkan segala kesalahan orang tuanya. Seperti anak-anak yang hatinya selalu penuh kasih. Layaknya anak-anak yang mewarnai harinya sendiri. Layaknya anak-anak yang jiwanya tanpa noda. 💕💕💕 H iduplah sesuai angan-anganmu A mbillah Quran sebagai peganganmu S ujudkan selalu kepalamu memohon ridho Illahi Y akinlah, doa kami selalu menyertaimu I mpikan segalanya untuk kebahagiaanmu M unajatan selalu hatimu pada Illahi H ijabkan seluruh tubuhmu A malkan sunnah nabi dih...

Janji Nia

"Ingat ya, Nak, hati-hati dan jangan tergesa-gesa." Nasehat ini selalu disampaikan Mama saat Nia akan pergi sekolah. Nia, gadis kecil yang bersekolah di taman kanak-kanak itu, memang sedikit ceroboh. "Oke, Mama," jawab Nia semangat. "Jawaban yang bagus itu, Insyaallah, Sayang." "Eh, iya, lupa. Insyaallah, Mama." Nia memperbaiki jawabannya sesuai yang diingatkan Mama. "Nia berangkat dulu ya, Ma. Assalammualaikum," pamit Nia kemudian. Sesampai di sekolah, Nia melihat teman-temannya sedang berkumpul di belakang kelas. Nia penasaran, ada apa di sana? Kenapa teman-teman melihat ke dinding belakang? Nia pun berlari cepat ke arah teman-teman berkumpul, tetapi ia tidak melihat ada salah satu tas milik temannya tergeletak di lantai. Gadis berhijab kecil itu lupa akan pesan Mamanya. Tanpa memperhatikan langkahnya, Nia tersandung. Dia menubruk teman-temannya yang ternyata sedang melihat gambar yang baru saja ditempel guru di dinding be...

Ayah, Hebat!

Suatu sore yang cerah, Hasyim ditemani Ibu, sedang menunggu Ayah pulang dari kerja. Hasyim dan Ibu, duduk di taman bunga yang tidak jauh dari rumah mereka. Hasyim sedang sedih, karena Ayah tidak bisa menemani Hasyim bermain sepeda sore ini. Padahal, Ayah sudah janji akan bersepeda dan pergi makan es krim yang besar. "Hasyim, kecewa, ya?" tanya Ibu. "Iya, Bu. Ayah ndak sayang Hasyim, ya, Bu?" tanya Hasyim sedih. "Ayah sayang Hasyim, kok." jawab Ibu sambil tersenyum. "Kalau Ayah sayang Hasyim, kok, Ayah ndak mau main sama Hasyim?" tanya Hasyim lagi. "Ayah 'kan kerja, Nak. Ayah kerja biar apa coba?" jelas Ibu lagi. "Biar dapat uang," "Terus uangnya untuk apa?" "Untuk beli susu Hasyim, sama mainan, sama kue coklat, sama es krim." Ibu tertawa kecil mendengar jawaban Hasyim yang panjang. "Kalau begitu, Ayah sayang tidak sama Hasyim?" "Sayang." Suara Hasyim terdengar l...