Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label bunda sayang

Ketika Anak Bertanya

 Reaksi pertama saya ketika Uda tentang seksualitas, bingung 😅 Lewat mana sih, adik lahir? 'Kan di dalam perut ibu. Jawab saya waktu itu, "ada jalan lahirnya, Nak." "Di aurat pipis Ibu?" Masih penasaran doi. "Ya, dekat sana. Besok Uda udah kelas tinggi, akan belajar, tuh." Mengalihkan deh, jadinya. Ternyata gak apa-apa ya, dijelaskan sedikit. Bermanfaat sekali materi dari kelompok terakhir, IP Tangkot. Terima kasih

Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual

Aha Momeng tampilan dari grup 31, adalah saat melihat grafik kasus kekerasan seksual yang setiap tahunnya meningkat. Grafik itu menunnjukkan kasus yang terdata. Bagaimana yang tidak diketahui? Yang korbannya memilih diam? Na'udzubillah. Ya Rabb, hanya padamu kami berlindung dan berserah diri. Terima kasih kelompok 31 Di sini saya lampirkan materi terkait Klik di  Materi

Pengaruh Media Digital dalam Pemahaman Seksualitas

 Media digital jika tidak digunakan secara bijak, bisa jadi penyakit yang membahayakan. Itu kata ibu 3H. Aha Moment yang saya tangkap dari kelompok 22. Kelompok kece, 'kan kelompok saya, muehehehe. "Jangan jadi orang tua yang gaptek!" Saya bukannya gaptek tapi gak up to date. Rada cuek dengan perkembangan apapun jika saya merasa tidak butuh. Duh! Semoga bermanfaat. Terima kasih kelompok 22.

Pentingnya Aqil dan Baligh secara Bersamaan

Aqil itu sudah bisa berpikir, alias berakal. Tanda Anak Telah Memasuki Masa Aqil Baligh itu anak mengalami perubahan biologis sebagai tanda kedewasaan. Pentingnya Aqil Bersamaan Baligh Dalam pendidikan seksualitas, sebelum anak mengalami masa baligh, anak perlu dibekali dengan pengetahuan tentang perubahan yang akan terjadi pada tubuh mereka. Semoga bermanfaat. Terima kasih kelompok 20

Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Semakin ke sini saya semakin pusing, ini kajiannya sungguh berat. Apa karena belum masanya, ya? Insyaallah kalau saatnya datang, setidaknya saya sudah punya bekal untuk mendampingi anak-anak. Live materi ke-3 ini, jujur saya bingung mendapatkan Aha Moment. Bukan karena tidak menarik, tapi semua yang disampaikan adalah daging padat, bergizi. Beberapa hal yang ingin saya catat dari live, bahwa akhir dari kesuksesan orang tua dalam mengembangkan seksualitas anak sesuai dengan fitrah adalah, kelak mereka memiliki adab dan akhlak yang baik. Di sini saya akan menyertai link materi dari kelompok Depok. Terima kasih 12 Materi

Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Pendidikan Seksualitas

" Father hunger " dan " fatherless country ". Saya jelaskan sedikit, father hunger itu si anak (khususnya anak perempuan) tidak menemukan sosok seorang ayah dalam keluarga. Lapar ayah. Istilah itu dikemukakan oleh seorang pakar parenting ustadz Bendri Jaisyurrahman, yaitu tentang kegagalan orang tua memproduksi anak-anak yang tangguh. Kata lain dari pola asuh, lebih khusus peran ayah. Lalu, fatherless country. Istilah ini ditemukan dalam penilitian yang dilakukan oleh ibu Elly Risman. Yaitu tentang tidak ada perannya seorang ayah dalam keluarga. Hampa. Tidak ada kehangatan dari seorang ayah. Bagaimana baiknya seorang ayah dalam keluarga terkait pendidikan seksualitas pada anak perempuan? * tidak boleh dekat/ main dengan laki-laki * pakaian tidak boleh terbuka * sangat ditekankan tidak boleh pacaran * tidak boleh keluyuran selain urusan sekolah * protekif soal penampilan di dalam apalagi di luar rumah * jika bepergian jauh harus bersama mahrom Demikian Aha Moment d...

Pemahaman Perbedaan Gender

Taukah kamu ternyata arti gender dan seks itu berbeda? Oh, udah tau. Berarti ibu 3H aja yang kurang baca. Hiks. Gender itu menurut KBBI adalah sifat atau keadaan jantan/ betina. Kalau menurut WHO, gender itu sifat yang melekat pada laki-laki dan perempuan. Sifat ini dipengaruhi oleh kultural atau keadaan sosial. Nah, ibu 3H, gender itu bukan sekedar laki atau perempuan, ya. Lalu seks. Seks itu yang dianugerahkan Allah pada manusia. Yang biasakan kita kenal laki-laki dan perempuan, alias jenis kelamin. Kata teman-teman dari kelompok 1, "Sekalipun itu laki atau perempuan operasi kelamin, sifat dasar yang telah ditetapkan Tuhan, gak akan bisa tertukar." Lagian kodrat Allah mana bisa semau elo. Ini namanya seks primer (aku lihat catatan). Selain Aha Moment yang kutangkap di atas, ibu 3H mau menambahkan catatan pentingnya mengenalkan gender pada anak. Langsung screen shoot dari materi kelompok 1 aja, nih, tahapannya. Semoga bermanfaat. Terima Kasih kelompok 1

Pendidikan Seksualitas (3)

Masih tentang pemahaman seksualitas pada anak. Duh, berat. Namun sesuai materi yang dibagikan Insyaallah sedikit-sedikit sudah mulai ibu terapkan pada 2H. Kebiasaan menutup aurat semenjak sekarang. Memakai handuk setelah mandi ke kamar atau langsung membawa baju ke kamar mandi. Mengenalkan apa itu mahram, siapa saja mahramnya. Menekankan, "siapapun tidak boleh memegang badanmu, apalagi bagian aurat." Kemaluan mereka saya sebut aurat. Bagian tubuh yang tidak boleh dilihat siapapun. Mungkin menunggu beberapa tahun lagi baru memperkenalkan nama sebenarnya, hehehe. Nah, kebetulan kemarin Uda cerita tentang cewek dan cinta. Baru kelas 1 SD ini, ya Rabb. "Kata si itu, Bu, cewek itu cintanya dia." Uda cerita sambil tertawa-tawa berdua dengan Uni. Saya yakin tertawa mereka karna baru mendengar kata yang baru, bukan karena ceritanya. Uda dan Uni memang sereceh itu. Mendengar kata baru bisa terbahak-bahak. Saya jadi ikutan tertawa mendengar keseruan mereka. Setelah tawa merek...

Pendidikan Seksualitas (2)

Membaca materi-materi terkait seksualitas membuat saya sedikit merinding membayangkan kelak anak-anak akan baligh . Apa saya bisa? Bismillah aja, sih. Akhirnya saya mencoba mencari tahu bagaimana pendidikan seksualitas dalam ajaran Islam sesuai Al-Quran dan sunnah. Dari beberapa artikel bisa saya simpulkan bahwa, "Dengan iman yang kuat, akhlak yang mulia, dan aqidah yang menancap, Insyaallah anak akan mampu mengatasi gejolak nafsu secara benar." Saya mengutip dari artikel id.theasianparent.com dengan judul "Bagaimana Pendidikan Seks dalam Perspektif Islam" 1. Menanamkan rasa malu pada anak Alhamdulillah tanpa disadari beberapa kebiasaan untuk pendidikan seksualitas pada 3H telah saya lakukan. Seperti harus langsung berpakaian setelah mandi, atau memakai handuk dulu sampai di kamar. Untuk Uni dibiasakan memakai jilbab saat keluar rumah. 2. Menanamkan jiwa maskulin pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan Membiasakan anak perempuan memakai rok dan a...

Pendidikan Seksualitas

Memasuki zona tujuh, dua zona terakhir, semakin menantang IPers bunda sayang untuk berkreasi. Mengusung tema tentang seksualitas yang sebagian orang tua masih tabu untuk membicarakannya bersama anak. Tantangan zona delapan kali ini sedikit unik. Beberapa regional digabung menjadi satu, (saya pikir bakal digabung regional yang dekat-dekat aja, ternyata satu di Sabang, satu lagi di Merauke) surprais sekali berkenalan dengan teman-teman dari Pacitan, NTT, NTB dan Papua. Hari pertama tantangan, kami--kelompok 22--masih membahas apa, siapa dan bagaimana pelaksanaan tantangan di zona ini. Lalu berbagi pengalaman secara garis besar tentang pemahaman seksualitas. Sekilas tentang materi yang akan kami dalami yaitu tentang Pengaruh Media Digital Terhadap Pemahaman Seksualitas. "Mengedukasi anak melalui sebuah game " "Membatasi penggunaan gadget pada anak" "Membersamai anak saat menonton/ game " "Memperhatikan riwayat pencarian saat ini diberi kepercayaan mengg...

Pantulan Warna

Komunikasi produktif itu bicara asik yang menghasilkan sebuah akhir obrolan yang ciamik. Namun, saat menjalaninya, emosi adalah tantangan pertama. Pengendalian dirilah yang utama. Menulis pantulan warna 15 hari yang lalu, tidaklah semudah membiaskan rasa haru padamu #eh Tertawa. Bahkan terbahak. Menahan amarah. Bahkan meledak. Namanya juga mengajak anak kecil berbicara, tentunya tidak bisa semauku, ataupun semaumu, sekalipun kamu anakku. Dibalik semua warna-warni cara kita berkomunukasi, ada rasa puas pada anak, terlebih pada diri sendiri,. Tidak ada rasa kecewa pada anak, tapi lebih pada diri sendiri. Ya, tantangannya lebih pada diri nan manis ini. Melambangkan diri sebagai buah saat pra bunsay dulu, selama 15 hari kemarin, buah belum menjadi makanan rutin yang kfuberikan. Karenanya, masih ada tubuh-tubuh yang terasa nyeri, tidak enak, bahkan sakit. Dan lebih terasanya pada diri sendiri (lagi). Hiks.

Zonk

 Dear Ezi, Semenjak kemarin, kamu sadar ada yang salah di dirimu. Tapi kamu tetap seperti itu. Tidak berubah. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan, agar salah itu pergi. Tapi kamu tetap di sana. Tidak beranjak. Kamu tahu, harusnya perbaiki dulu dirimu, baru bisa memperbaiki anak-anak. Bagaimana bisa berhasil komunikasi pada mereka? Sementara kamu hanya diam pada dirimu. Dear Ezi, Kamu tahu shalat dapat membuat hidupmu lebih baik. Tapi kamu hanya shalat lima waktu, yang sering kali tidak sempurna. Niat, tetapi sekedar niat. Tidak kuat, tidak mengerjakan niat itu. Ayolah, Bukankah kamu selalu bangun saat waktu tahajud? Bukankah ada waktu setiap dhuha? Apa harus ditampar dulu baru mengerjakan? Kamu tahu yang akan menampar siapa. Kamu tahu itu, Ezi! Tahu!! Bahkan waktumu lebih dari cukup untuk sekedar membaca Quran. Satu halaman, bahkan lebih. Pokoknya baca! Dear Ezi, Sudah banyakkah bekalmu jika tiba-tiba saja kamu harus pergi? Hm? Berapa dan apa yang telah kamu persiapkan untuk kepe...

Uda Nan Lembut

 Tentang menulis Uda yang tidak suka menulis. Dikasih angka, untuk empat hari, selesai dalam satu hari. Dikasih huruf, untuk satu hari, selesai dalam dua pekan. Ibu yang galau, Nak. "Kita mulai seperti biasa, jam 8 tepat ya, Uda." Senin sampai Kamis, jam 7.30 suaraku seperti alarm mengingatkan Uda. Jawab doi cepat. "Siap!" Pas mulai, Wallahu Rabb. Pensil sudah dipegang, buku sudah dihadapan, tapi pikirannya ke mana-mana. Hari ini, menyelesaikan khusus tugas menulis yang sudah dari dua pekan yang lalu. "Ayolah, Nak. Dikit lagi ini," Gemes. Terus, aku lupa lagi latihan komunikasi produktif. "Capek, Bu ...." Dia ikutan gemas. Padahal baru nulis dua kata. Astaghfirullah. Aku memberi jeda untuk diri. Mendekatinya, dan bicara lembut. "Sekarang Jumat, lho. Besok Sabtu, Ahad, libur. Kalau tugas Ida gak selesai sekarang, berarti besok Uda tetap harus ngerjain tugas." "Ibu duduk dekat Hasyim." Oke. Jadilah aku duduk di dengan mata terus...

Gagal Objek

Tentang hari ini. Tentang aku dan Nak Gadis. Tentang aku yang tidak suka manja-manja, versus dia yang sangat manja. Tentang emosiku yang sulit dikendalikan kalau anak menangis, tentang si gadis kecil yang gampang sekali mewek. Hari ini, kuingin bercerita tentang si Sulung. Nyatanya, Nak Gadis cari perhatian. Hari ini, kuingin fokus pada si Sulung. Realitanya, 3H harus diberi perhatian sama rata. Jika tidak, hujan petir badai akan terjadi. Setelah bicara pada diri sendiri, mengambil jeda, "Jangan emosi, ingat, hari ini tantangan bunsay dimulai. Halahh." Aku mulai membujuk si Tengah. "Jadi, Uni maunya apa, Nak?" Doi tetap mewek tanpa alasan. Cewek banget memang. Ini bukan pertama kali, jadi aku sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk membuatnya tenang. Dipangku. Nah, diamkan. Terus, akunya yang pegal. Mengajak Uda untuk memulai membuat tugasnya, mesti dibujuk. Lalu, si Bayi yang selalu iseng godain Uni, apalagi dalam kondisi dipangku Ibu. Sabar. Ambil nafas. Lepaska...

The Last Rides

 Wahana Diving Menyelami Diri Lebih Dalam “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka ” ( QS. Ar-Ra’d : 11 ) “ Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram. ” (Q.S Ar-Ra’du : 28) “ Barang siapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan .” (Qs. An-Nahl : 97) "Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu menga takan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS ash-Shaff : 2-3) "...Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..." (QS. Al-Mujadilah : 11) "Allah menganugerahkan al hik...

Bunda Sayang, Wakeboarding!

Cool gak sih, kalau Ibu 3H wakeboarding ? Keren, dong ... berdua si Ayah tentunya. Ciee ... mesra tapi halu, haghaghag. Maapkan diri ini jika sedikit absurd . Be your self, right? Ini maksudnya, pekan ini kami sedang wakeboarding di game bunda sayang. Memacu adrenalin untuk menjelajah setiap rute perjalanan di wahana ini. Sebelumnya, aku mau jujur. Saat pramuwiyata menyampaikan materi, aku tidak bisa fokus. Mau ulang dengar, fakir kuota, halah. Akhirnya memilih berkeliling melihat kegiatan wakeboarding teman-teman bunsay. Aku terkagum-kagum bagaimana para perempuan hebat itu begitu menyukai belajar. Aku ... tidak seperti mereka. Dibilang tidak suka belajar, ya gak juga. Dibilang suka belajar, juga biasa saja. Bukan pembelajar sejati mungkin, ya. Namun, aku menyukai memperoleh ilmu secara langsung. Turun langsung ke lapangan, mendapat pengalaman yang mengesankan. Setelahnya, aku mencari referensi-referensi untuk mendukung ilmu yang baru diketahui. [Truss, abis menulis ini, aku mikir...

Aku dan COC

COC, IPers pasti kenal dengan dia. Kalau aku pribadi, mendengar tiga huruf itu sedap-sedap ngeri, gitu. Sedap karena COC itu sebuah aturan berperilaku di dalam komunitas Ibu Profesional. Ngeri karena pemakaian katanya yang sedikit ... ekstrim. Iya, ekstrim. Contohnya, kata bermartabat. Biasanya penggunaan kata ini mengandung makna dengan strata yang sedikit tinggi. Contoh lain, nista. Kata yang tadi memiliki strata tinggi, kemudian bertemu dengan strata yang jauh ke bawah. Jatuh, gitu. Sakit? Gak, kalau IPers gak ada niat uji nyali dengan COC. Seekestrim itu? Gak juga, sih. Yang namanya hidup tentu ada aturan yang harus ditaati agar tenang, damai, dan selamat 'kan ya? Layaknya hidup yang diatur dengan agama. Tanpa agama, hidup tidak akan tahu arah dan tujuannya. Tidak tahu mana yang bisa menyelamatkan, mana yang tidak. Tanpa agama, mungkin tidak ada ketenangan dan kedamaian. Begitu juga hidup berkomunitas di Ibu Profesional, COC-lah yang menjadi arahan agar tidak terjadi gesekkan a...

Membangun Istana Pasir

Bismillah Ini game pertama pra-bunsay, yaitu membangun istana pasir di rumah ala diri sendiri. Emang bisa buat istana pasir di rumah? Bisa bagi peserta bunda sayang IP 😏 Maksudnya gini, istana pasir berupa daya pikir diri sendiri, dimulai dengan pemikiran seperti apa ibu profesional itu menurutmu. 🌅 Bagiku, ibu yang profesional itu ... anak dan suami merasa nyaman saat bersamaku. Bahagia tanpa harus dicari 🌅 Istana pasir yang akan dibuat harus dibangun kokoh dengan ilmu. Entah itu ilmu manajemen diri, menajemen emosi, apalagi ilmu agama. Bukankah agama yang mengatur hidup agar diri dan keluarga selamat dunia-akhirat? Maka, aku siap menggali lebih dalam lagi ilmu-ilmu yang tersebar di pulau cahaya. Demi hadirnya emosi positif di istana pasir kami. Agar nanti di pulau cahaya tidak tersesat atau terjadinya tsunami informasi saat berpetualang dalam mencari ilmu, dibutuhkan sebuah peta diri. Apa saja yang mesti aku cari, aku butuhkan? Kira-kira peta diri Ibu 3H seperti di atas. Selanjutn...

Hei, Bunsay ... Ketemu lagi

Tiga tahun berlalu setelah cuti dari kelas bunda sayang. Kini, di new chapter (NC) 2020 (itu pun disemangati oleh teman-teman IP. Jazakillah khair , tanpa kalian aku akan masih di kelas matrikulasi, huks ....), akhirnya masuk kelas bunda sayang alias bunsay. Mau tau alasan Ibu 3H kenapa dulu cuti? Pertama, sok-sokan sanggup langsung lanjut, padahal kepala sedang penuh. Ke dua, ada kesenangan baru yang tidak memungkinkan pegang hp terlalu lama. Ke tiga, yang ini rahasia ajalah. Jadi, perkuliahan IP di NC 2020 itu dimodifikasi dengan metode dan model pembelajaran yang kreatif 😍 Sekarang, baru mulai pra nya, sih. Tanggal 28 Juli yang lalu, dan deadline game pertama itu besok, trus ... si Ibu 3H malah masih nulis perkenalan ini, ckckck .... Sedikit gambaran model pembelajaran bunsay ini. Kelas bunsay ini akan berlangsung di sebuah pulau, namanya pulau Cahaya. Nah, di pulau ini, para bunda akan menghadapi empat wahana sebagai pra sebelum memasuki game yang sebenarnya. Siapa sih, yang gak...

Melatih Kemandirian Anak - Game Level 2

Alhamdulillah...setelah melewati game 1, dan hanya mendapatkan badge dasar (ckck...) tetap bersyukur masih bisa melawan rasa dan pikiran Ga Bisa. Untuk tidak memperpanjang mukadimah (halahh...), langsung saja saya share latihan kemandirian Hafshah minggu pertama. Kenapa ibu memilih Hafshah? Begitu banyak terlewatkan perhatian ibu pada Hafshah, entah itu hanya perasaan, kenyataan emosi Hafshah lebih meledak-ledak dibanding Hasyim. Sehingga mengajak Hafshah mengerjakan sesuatu, mempertaruhkan emosi ibu karena emosi Hafshah yang langsung keluar jika tidak sesuai keinginannya, ini yang akan dilatih. Bismillah. Untuk minggu pertama, dimulai tanggal 30 nov - 6 des, ibu akan melatih Hafshah tidur tanpa menangis dan digendong. Hafshah baru selesai disapih, dampaknya jam tidur terganggu dan tidak mau tidur sendiri. Alhamdulillah malam ini, walaupun saat mengantuk menyerang Hafshah, sempat menangis minta digendong. Dan tekanan disekitar ibu harus menggendong Hafshah yang membuat emosi melua...