Langsung ke konten utama

(Bukan) Ibu yang Baik

Aku ... tidak seperti lirik-lirik lagu tentang hebatnya seorang ibu atau sabarnya seorang Mama. Aku tidak sebaik itu.

Mulut ini, pernah membentak mereka. Pernah memarahi mereka. Ancamanpun pernah terucap.

Hampir setiap hari menyuruh mereka bertanggung jawab atas apa yang mereka kerjakan. Padahal, mungkin mereka belum mengerti, atau masih perlu pembiasaan.

Kadang, membiarkan mereka tidak makan, atau tidur siang.

Kadang, membiarkan mereka menonton sepuas keinginannya.

Kadang, memperbolehkan mereka bermain di luar rumah hampir seharian.

Kadang, memberi cokelat atau es saat mereka sedang batuk pilek.

Kemudian, tidak memandikan mereka saat pagi hari.

Kadang, melarang mereka mendekat saat hati sedang tidak menentu.

Mereka tidak pernah balas marah. Hanya ada mata yang berkaca-kaca kemudian air itu jatuh menetes, dan tubuh kecil yang ingin dipeluk.

Aku ... bukanlah seorang ibu yang baik. Bahkan, merasa tidak pantas memiliki mereka yang sangat tulus menyayangiku.

Namun, aku tanpa mereka ... bukanlah apa-apa.

Kaki-kaki kecil itu mengajarkan banyak hal. Memperlihatkan sesuatu yang mengagumkan. Mengingatkan yang sering diacuhkan.

Untuk mereka, aku harus sanggup meredam amarah, mengendalikan diri, harus sabar di atas sabar.

Untuk mereka, aku harus bertahan dengan diriku. Karena merekalah senyum dan bahagiaku. Yang kelak akan mengantarku ke surga.

Karena mereka ... anugerah terindah yang kumiliki.

🍃🍃🍃

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janji Nia

"Ingat ya, Nak, hati-hati dan jangan tergesa-gesa." Nasehat ini selalu disampaikan Mama saat Nia akan pergi sekolah. Nia, gadis kecil yang bersekolah di taman kanak-kanak itu, memang sedikit ceroboh. "Oke, Mama," jawab Nia semangat. "Jawaban yang bagus itu, Insyaallah, Sayang." "Eh, iya, lupa. Insyaallah, Mama." Nia memperbaiki jawabannya sesuai yang diingatkan Mama. "Nia berangkat dulu ya, Ma. Assalammualaikum," pamit Nia kemudian. Sesampai di sekolah, Nia melihat teman-temannya sedang berkumpul di belakang kelas. Nia penasaran, ada apa di sana? Kenapa teman-teman melihat ke dinding belakang? Nia pun berlari cepat ke arah teman-teman berkumpul, tetapi ia tidak melihat ada salah satu tas milik temannya tergeletak di lantai. Gadis berhijab kecil itu lupa akan pesan Mamanya. Tanpa memperhatikan langkahnya, Nia tersandung. Dia menubruk teman-temannya yang ternyata sedang melihat gambar yang baru saja ditempel guru di dinding be...

.sungai jambu.

apa yang terfikirkan oleh mu jika membaca judul HARAKA kali ini? kelamaan mikirnya, baca aja cerita HARAKA kali ini tentang "Desa ku yang Permai" hahaha... Sungai Jambu adalah sebuah nama nagari di Batu Sangkar. nagari ini terletak di pinggang gunung Marapi [ketinggian ±700 meter dari permukaan laut] , kecamatan Pariangan, Sumatera Barat. nagari yang sungguh menakjubkan, yakin de siapa pun yang pernah ke sana tak akan pernah bosan dengan alamnya, eksotis banget, Subhanallah sangat [terkagum-kagum]. Sungai Jambu termasuk nagari tertua di Sumatera Barat, dialiri oleh 3 batang sungai dan dilatar belakangi oleh Gunung Marapi . bagaimana zee bisa kenal dengan desa ini? jawabannya adalaaaaahh... taraaaaa... [dasar zee stres] itu kampung halaman zee, hehe... di desa ini mama tercinta dilahirkan dan dibesarkan. nah, bagi yang suka narsis, sampe capek silahkan berfutu-futu ria, tak kan pernah puas. zee aja setiap pulkam ga pernah puas berfutu-futu [ntah apa karna futu grafernya y...

Sampah Plastik (Anorganik) "ECOBRICK"

Apa kabar sampah di rumahmu? Bercampur baur dan penuh 😖 Dapat ide menulis tentang sampah plastik ini dari postingan teman maya. Anak beliau mendapat tugas dari sekolahnya, mengumpulkan sampah plastik yang sudah tidak ada sisa makanannya. Lalu, dimasukkan dan dipadatkan ke dalam botol minuman. Kepo dong, ya, itu untuk apa? Membaca salah satu komen, coba search ecobrick . Langsung cuss ke mbah gugel. Masyaallah ... ternyata daur ulang sampah plastik, bisa menjadi meja, lemari, kursi, bahkan tembok. Kalau di out door , bisa untuk menghias taman. Ecobrick berasal dari kata  ecology  yang berarti ekologi, dan  brick  yang berarti bata atau bisa disebut juga dengan bata ramah lingkungan. Ide ini pembuatannya dicetuskan oleh pasangan suami istri Russell Maier, pria asal Kanada dan Ani Himawati perempuan asal Indonesia yang memiliki rasa kepedulian sangat tinggi terhadap sejumlah negara berkembang, di Asia Tenggara khususnya, dalam menghadapi permasalah...