Langsung ke konten utama

Aku Ibu Bahagia

 Menyelesaikan pekerjaan rumah dengan tepat waktu, tanpa eksplorasi dari tangan ke tiga, sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, sungguh menghadirkan rasa puas tersendiri di dalam sanubari.


Merasa menjadi seorang istri dan ibu yang profesional gak, sih?


Seiring waktu menyerbu, fase hidup yang terus menyeru, yang kemudian seringkali peran sebagai istri dan seorang ibu tidak lagi berjalan sesuai dengan harapan.


Lelah aku, tuh!


Sebagai seseorang yang selalu ingin mengerjakan pekerjaan rumah dengan perfek, "Biar aku aja yang ngerjain", karena kalau suami yang menolong, hasil seringkali diluar ekspetasi. Apalagi anak-anak yang menuntaskan pekerjaan, yang ada kepala berdenyut, hati cemberut.


Benar gak, sih?


Ternyata, hal itu semua menjadikan diri uring-uringan sendiri. Niat ingin perfek, malah jadi eneg. Maka, yang perlu kamu lakukan adalah menurunkan standar, dari perfek menjadi cukup.


Lalu? Syukuri.


Rasa kesempurnaan itu tidak akan langsung hilang setelah standar diturunkan. Maka, yang perlu kamu lakukan setelahnya adalah beri ketenangan pada hatimu.


Enyahkan kata sempurna untuk hasil pekerjaan rumah, yang terpenting kebutuhan pokok anak-anak dan suami terpenuhi. Biarkan dulu rumah yang berserak, piring dan kain kotor teronggok. Karena yang kamu butuhkan sekarang bukan lagi sempurna, tapi bahagia.


Bahagia.


Bukankah tidak ada yang sempurna di muka bumi ini?


Kata terserah, atau emang gue pikiran, kadang diperlukan untuk mengistirahatkan diri. Sekali lagi, yang terpenting kamu bahagia.


Bahagia.


Maka dari itu girls, jika kakimu tidak lagi dua (baca: mempunyai anak), yang perlu kamu lakukan saat itu hanyalah membuat hati bahagia.


Bahagia.


Sesederhananya bahagia seorang ibu, makan mie instan dengan tenang misalnya. Minta waktu suami sebentar bermain dengan anak.


Atau, segampang-gampangnya bahagia seorang istri, dapat dopping kecupan tiga kali sehari misalnya. Minta ke suami. Minta. Tidak usah malu, tarik saja tengkuknya, trus cup deh. Muehehehe.


Ingin bahagia 'kan? Kuy, agresif mengejarnya.


Halal.


Sadar atau tidak, jika hati sudah bahagia dampaknya dahsyat untuk seisi rumah? Karena bagiku, ibu yang bahagia itu adalah ibu yang profesional.


Insyaallah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janji Nia

"Ingat ya, Nak, hati-hati dan jangan tergesa-gesa." Nasehat ini selalu disampaikan Mama saat Nia akan pergi sekolah. Nia, gadis kecil yang bersekolah di taman kanak-kanak itu, memang sedikit ceroboh. "Oke, Mama," jawab Nia semangat. "Jawaban yang bagus itu, Insyaallah, Sayang." "Eh, iya, lupa. Insyaallah, Mama." Nia memperbaiki jawabannya sesuai yang diingatkan Mama. "Nia berangkat dulu ya, Ma. Assalammualaikum," pamit Nia kemudian. Sesampai di sekolah, Nia melihat teman-temannya sedang berkumpul di belakang kelas. Nia penasaran, ada apa di sana? Kenapa teman-teman melihat ke dinding belakang? Nia pun berlari cepat ke arah teman-teman berkumpul, tetapi ia tidak melihat ada salah satu tas milik temannya tergeletak di lantai. Gadis berhijab kecil itu lupa akan pesan Mamanya. Tanpa memperhatikan langkahnya, Nia tersandung. Dia menubruk teman-temannya yang ternyata sedang melihat gambar yang baru saja ditempel guru di dinding be...

.sungai jambu.

apa yang terfikirkan oleh mu jika membaca judul HARAKA kali ini? kelamaan mikirnya, baca aja cerita HARAKA kali ini tentang "Desa ku yang Permai" hahaha... Sungai Jambu adalah sebuah nama nagari di Batu Sangkar. nagari ini terletak di pinggang gunung Marapi [ketinggian ±700 meter dari permukaan laut] , kecamatan Pariangan, Sumatera Barat. nagari yang sungguh menakjubkan, yakin de siapa pun yang pernah ke sana tak akan pernah bosan dengan alamnya, eksotis banget, Subhanallah sangat [terkagum-kagum]. Sungai Jambu termasuk nagari tertua di Sumatera Barat, dialiri oleh 3 batang sungai dan dilatar belakangi oleh Gunung Marapi . bagaimana zee bisa kenal dengan desa ini? jawabannya adalaaaaahh... taraaaaa... [dasar zee stres] itu kampung halaman zee, hehe... di desa ini mama tercinta dilahirkan dan dibesarkan. nah, bagi yang suka narsis, sampe capek silahkan berfutu-futu ria, tak kan pernah puas. zee aja setiap pulkam ga pernah puas berfutu-futu [ntah apa karna futu grafernya y...

Sampah Plastik (Anorganik) "ECOBRICK"

Apa kabar sampah di rumahmu? Bercampur baur dan penuh ðŸ˜– Dapat ide menulis tentang sampah plastik ini dari postingan teman maya. Anak beliau mendapat tugas dari sekolahnya, mengumpulkan sampah plastik yang sudah tidak ada sisa makanannya. Lalu, dimasukkan dan dipadatkan ke dalam botol minuman. Kepo dong, ya, itu untuk apa? Membaca salah satu komen, coba search ecobrick . Langsung cuss ke mbah gugel. Masyaallah ... ternyata daur ulang sampah plastik, bisa menjadi meja, lemari, kursi, bahkan tembok. Kalau di out door , bisa untuk menghias taman. Ecobrick berasal dari kata  ecology  yang berarti ekologi, dan  brick  yang berarti bata atau bisa disebut juga dengan bata ramah lingkungan. Ide ini pembuatannya dicetuskan oleh pasangan suami istri Russell Maier, pria asal Kanada dan Ani Himawati perempuan asal Indonesia yang memiliki rasa kepedulian sangat tinggi terhadap sejumlah negara berkembang, di Asia Tenggara khususnya, dalam menghadapi permasalah...