Langsung ke konten utama

Postingan

Janji Nia

"Ingat ya, Nak, hati-hati dan jangan tergesa-gesa." Nasehat ini selalu disampaikan Mama saat Nia akan pergi sekolah. Nia, gadis kecil yang bersekolah di taman kanak-kanak itu, memang sedikit ceroboh. "Oke, Mama," jawab Nia semangat. "Jawaban yang bagus itu, Insyaallah, Sayang." "Eh, iya, lupa. Insyaallah, Mama." Nia memperbaiki jawabannya sesuai yang diingatkan Mama. "Nia berangkat dulu ya, Ma. Assalammualaikum," pamit Nia kemudian. Sesampai di sekolah, Nia melihat teman-temannya sedang berkumpul di belakang kelas. Nia penasaran, ada apa di sana? Kenapa teman-teman melihat ke dinding belakang? Nia pun berlari cepat ke arah teman-teman berkumpul, tetapi ia tidak melihat ada salah satu tas milik temannya tergeletak di lantai. Gadis berhijab kecil itu lupa akan pesan Mamanya. Tanpa memperhatikan langkahnya, Nia tersandung. Dia menubruk teman-temannya yang ternyata sedang melihat gambar yang baru saja ditempel guru di dinding be...

Andai Aku Seorang

Ada yang seru di kelas literasi IP Padang malam ini. Ide salah satu bunda hebat yang terinspirasi dari grup kepengurusan Ibu Profesional, secret party . Menulis mendadak, tanpa berpikir detail, bagusnya gimana, setelah gambar dibagikan. Dari permainan ini, saya bisa menilai diri sendiri. Ternyata saya, tidak bisa berpikir cepat. Saya seseorang yang ingin memberikan sesuatu yang terbaik, jika masih diberi waktu. Untuk melakukan sesuatu, saya harus berpikir terlebih dahulu (mungkin membutuhkan waktu). Saya salut pada teman yang bisa langsung menuliskan apa yang dipikirannya setelah melihat gambar. Pada kegiatan sehari-sehari, seringkali saya menginginkan berpikir cepat seperti itu, hanya saja, setelahnya ada rasa sesal atau ... perasaan tidak puas. Nah, dari gambar yang dibagikan, jadi banyak andai aku menjadi ini dan itu di kepala. Awalnya saya mau buat, andai aku seorang suami (bhuahaha). Lalu, andai aku seorang yang miskin (na'udzubillah). Kemudian, andai aku seorang diri ...

Tentang Sakit

Dulu, saat masih gadis, ketika sakit datang menghampiri, yang ada di pikiran, mengeluh dan minta perhatian -secara punya tiga orang saudara membuat perhatian Papa Mama sangat terbagi, walau sebenarnya tak sedikitpun berkurang-. Kalau sudah merasa sedikit membaik, ditambah pura-puranya sehari, muehehehe ... dasar! Sekarang, ketika sakit bertamu ... hanya raga yang bisa rebahan, selebihnya? Apa mau dikata. Pergi ke dokter, lalu nasihat dokternya, " istirahat yang cukup". Tadinya mau nanya, "cara istirahat yang cukup itu bagaimana, Dok?" Tapi, ya, sudahlah. Si dokter juga tidak akan bisa membayangkan ada tiga orang bocah yang sangat aktif di rumah. Satunya masih ASI, yang ketika malam berlangsung akan masih mencari ASInya, yang kemudian tidur menelungkup di atas badan si Ibu. Paginya ... jangan ditanya bagaimana pegalnya si raga. Jadi, Pak, Buk ... jika ada anak sakit, tolong jangan berkata pindahkan saja rasa sakit itu padaku. Hati-hati, ucapan itu doa, lho. K...

Ayah, Hebat!

Suatu sore yang cerah, Hasyim ditemani Ibu, sedang menunggu Ayah pulang dari kerja. Hasyim dan Ibu, duduk di taman bunga yang tidak jauh dari rumah mereka. Hasyim sedang sedih, karena Ayah tidak bisa menemani Hasyim bermain sepeda sore ini. Padahal, Ayah sudah janji akan bersepeda dan pergi makan es krim yang besar. "Hasyim, kecewa, ya?" tanya Ibu. "Iya, Bu. Ayah ndak sayang Hasyim, ya, Bu?" tanya Hasyim sedih. "Ayah sayang Hasyim, kok." jawab Ibu sambil tersenyum. "Kalau Ayah sayang Hasyim, kok, Ayah ndak mau main sama Hasyim?" tanya Hasyim lagi. "Ayah 'kan kerja, Nak. Ayah kerja biar apa coba?" jelas Ibu lagi. "Biar dapat uang," "Terus uangnya untuk apa?" "Untuk beli susu Hasyim, sama mainan, sama kue coklat, sama es krim." Ibu tertawa kecil mendengar jawaban Hasyim yang panjang. "Kalau begitu, Ayah sayang tidak sama Hasyim?" "Sayang." Suara Hasyim terdengar l...

Quotes dari Abang

"Sahabat itu, tanpa dibuat-buat, akan tumbuh chemistry diantara kalian dengan sendirinya. Tanpa diminta, dia akan selalu datang untuk lo. Gak peduli itu saat lo di atas, apalagi di bawah. Bahkan menurut gue, orang yang selalu ada saat lo susah, itu yang sebenarnya sahabat .... Sahabat itu, yang tidak hanya peduli urusan dunia lo. Tapi yang selalu mengajak lo untuk terus mengingat apa yang tidak boleh dilupakan. Apa coba?" "Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Right ?" "Pinter. Buat apa punya banyak teman tapi hanya ada saat kita senang? Bahkan mengajak pada kemaksiatan. Berteman itu, selain saling memanfaatkan, yang terpenting dapat menyelamatkan kita di akhirat kelak. Memanfaatkan dalam tanda kutip ya." " ... " "Dek, masih nafas 'kan lo?" "Masih. Gue tiba-tiba ingat seseorang, sikapnya sama kayak yang lo sebutin tadi, Bang. Tapi, selama ini malah gue acuhkan." Suara di seberang terdengar melemah, penuh peny...

Mainan

'Tuhan ... hari ini, hamba mohon, lancarkan niat ini, izinkan hamba sedikit menantang abang. Aamiin ....' Doaku setelah shalat Subuh. Hari ini aku harus bicara serius dengan abang, aku tidak mau dijadikan yang ke dua. Pokoknya dia harus menjadikanku yang pertama, harus! Sekalipun nanti dia akan bicara jutek, sengak dan kawan-kawannya, mentalku sudah siap. Jikapun tidak sanggup, aku punya jurus terakhir yang hanya dimiliki kaum kami, menangis. Ku lihat abang masih bergelung dalam selimut. 'Kenapa ga pernah peka sih? udah hampir tiap malam bahkan setiap hari dikode ga merasa juga. Maaf ya bang ... kali ini aku ga mau mengalah'. Lama kupandang sosok yang telah menemaniku hampir delapan tahun ini. Tapi setahun belakangan, semenjak dia punya mainan baru, aku dilupakan. Walaupun aku yakin, dia lebih membutuhkanku. "Bang ... udah subuh. Tumben aku duluan yang bangun ...." "Hmm," sejenak dia meregangkan tubuh yang hampir semalam tak bergerak. Kemud...

Sepercik Bunga Pernikahan

Melati begitu sendu menatap sebuah akun media sosial yang berisikan foto-foto liburan seorang temannya. Dirinya merasa begitu sedih karena tidak bisa keluar dari sangkar bata walaupun hanya untuk keliling mall. Lelakinya tidak menyukai travelling, dan tak mau juga untuk sekedar berkorban menyenangkan hatinya. Merasa lelah, perempuan itu menutup akun tadi lalu beralih ke aplikasi olshop. Dari pada hasad melihat foto orang, mending beli yang unyu-unyu. Ujar Melati di hati. Tanpa dia sadari, seorang perempuan lain sedang menatap akun media sosialnya. Begitu besar keinginan Lili untuk sekedar shopping, sekalipun hanya belanja online. Melihat akun media sosial temannya yang bebas ingin berbelanja apa saja, hatinya merasa dicubit. Perih. Sang suami tidak pernah memberinya uang. Bahkan, untuk bahan masak sehari-haripun suaminya yang belanja. Memang, apa yang Lili inginkan selalu dibelikan suaminya, tapi tetap saja ditanya terlebih dahulu untuk apa. Rasanya ... sangat diatur. [...