Langsung ke konten utama

Good Boy - Komprod #2

Hari ini cuma ada satu kejadian yang bisa dibawa menjadi komunikasi produktif antara ibu dan hasyim. Berikut ceritanya..

Uda hasyim baru saja keluar kamar mandi, kayaknya selesai BAK. Lha, si uda langsung main tanpa pake celana.

"Hasyim, pakai dulu celananya."
Pura-pura ga dengar, terus aja main.
"Hasyim, dengar ibu?"
"Pakaikan." ujarnya dari jauh
"Hasyim ngomong sama siapa?"
"Pakaikan bu," ralat hasyim.
"Nah gitu kan enak. Sini.." Hasyim mendekat.
"Hasyim, auratnya ga boleh kelihatan, malu, dosa juga lho. Ntar Allah ga mau dekat hasyim, mau?"
"Kalau Allah ga mau dekat hasyim, ga dapat yang hasyim mau ya bu?"
"Iya, benar. Makanya, abis pipis langsung pake celana. Ga pake celana juga bisa bikin sakit perut."
"Ibu yang pakaikan.." rengeknya.
"Hasyim kan udah bisa sendiri, ga baik kalau ibu bantu terus. Memang kenapa hasyim ga mau pakai celana?"
"Hmm..kenapa ya bu?" serius dia tanya balik.
"Ga susah kan?"
"Iya susah.." jawabnya langsung. Yahh ini karna ibu tanya susah.
"Kalau hasyim mau ibu tolong pake celana, hasyim yang bawa celana ke ibu, minta tolong baik-baik. Gimana cara ngomongnya?"
"Bu, tolong pakaikan celana hasyim bu.."
"Good boy," Ibu mengecup pipi hasyim.
"Cah dud.. Cah dud" tiba-tiba hafshah menyela dari tempat dia main tanpa melihat ke arah kami.
"Haha..iya, hafshah juga good."

Dibandingkan dengan kemarin, hari ini hasyim lebih mendengarkan ibu bicara. Mungkin karena ibu ga pake emosi juga kalo ya, ah jadi ulam :p
Kondisi kejiwaan ibu pun good, sehingga untuk berpikir kreatif mengajak 2H komunikatif dengan ibu cukup lancar. Ngomong-ngomong kondisi kejiwaan, ini yang melelahkan. Ah sudahlah, itu OOT, hehe...alasan.

Menciptakan komunikasi produktif dengan duo batita kuncinya, singkat, jelas, pengendalian diri dan harus sabar.
Ah, mau komprod dengan si ayah belum bisa. Selain ga ada topik yang dibicarakan, si ayah sibuk. Moga-moga besok ada topik..

#hari2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komentar

Postingan populer dari blog ini

.sungai jambu.

apa yang terfikirkan oleh mu jika membaca judul HARAKA kali ini? kelamaan mikirnya, baca aja cerita HARAKA kali ini tentang "Desa ku yang Permai" hahaha... Sungai Jambu adalah sebuah nama nagari di Batu Sangkar. nagari ini terletak di pinggang gunung Marapi [ketinggian ±700 meter dari permukaan laut] , kecamatan Pariangan, Sumatera Barat. nagari yang sungguh menakjubkan, yakin de siapa pun yang pernah ke sana tak akan pernah bosan dengan alamnya, eksotis banget, Subhanallah sangat [terkagum-kagum]. Sungai Jambu termasuk nagari tertua di Sumatera Barat, dialiri oleh 3 batang sungai dan dilatar belakangi oleh Gunung Marapi . bagaimana zee bisa kenal dengan desa ini? jawabannya adalaaaaahh... taraaaaa... [dasar zee stres] itu kampung halaman zee, hehe... di desa ini mama tercinta dilahirkan dan dibesarkan. nah, bagi yang suka narsis, sampe capek silahkan berfutu-futu ria, tak kan pernah puas. zee aja setiap pulkam ga pernah puas berfutu-futu [ntah apa karna futu grafernya y...

Romantis

"Eh, tu tuh, Alia datang. Lihat deh, pasti dibukakan pintu sama suaminya. Sok romantis banget, gak, sih?" Tia menunjuk sebuah mobil sedan hitam yang sama sekali terlihat tidak mewah dengan pandangannya. Dua jendela di belakang yang selalu tertutup, sedangkan jendela di depan selalu terbuka sepertiga. Aku bukannya tidak tahu, kalau suami Alia selalu membukakan pintu mobil untuk perempuan beranak dua itu. Tidak hanya itu .... "Dia juga selalu duduk di belakang. Gak pernah, tuh, terlihat dia duduk di samping suaminya." Lanjut Tia dengan wajah yang ... iri? Entah. Perempuan dengan segala prasangka. Padahal, jelas di dalam Quran Allah berfirman,  “ Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa ”  (QS. Al-Hujuraat: 12). Eh, aku 'kan, juga perempuan, muehehehe .... "Jeng Tia, kenapa gak coba nanya langsung, kenapa sist Alia duduk di belakang terus? Tuh, orangnya nyampe." Elah, ngomongnya jadi lebay...

ku persembahkan untuk...

Alhamdulillahirabbilalamin... akhirnya zii terbebas juga dari kertas-kertas bermasalah [istilah skripsi oleh 2 sobat maya..] mau pamer halaman persembahan ni ceritanya, reading-reading aja yah :) “Dan seandainya semua pohon yang ada dibumi dijadikan pena, dan lautan dijadikan tinta, ditambah lagi tujuh lautan sesudah itu, maka belum akan habislah kalimat-kalimat Allah yang akan dituliskan, sesungguhnya Allah maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.  (QS. Lukman: 27) Alhamdulillahirrabil’alamin Sebuah langkah usai sudah Satu cita telah ku gapai Namun… Itu bukan akhir dari perjalanan Melainkan awal dari satu perjuangan Setulus hatimu mama, searif arahanmu papa Doamu hadirkan keridhaan untukku, petuahmu tuntunkan jalanku Pelukmu berkahi hidupku, diantara perjuangan dan tetesan doa malam mu Dan sebait doa telah merangkul diriku, menuju hari depan yang cerah Kini diriku telah selesai dalam studi sarjana Dengan kerendahan hati yang tulus, bersama keridhaan-Mu ya All...