This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, Juni 21, 2017

Gagal Paham

Pernah kepoin tab jelajah di instagram kan? Isinya akun-akun yang difollow oleh teman-teman yang kita follow, benar ga sih? Pada akhirnya saya jadi gagal paham dengan foto-foto yang begitu banyak tagging nya, khususnya foto selfie pemuda-pemudi. Tujuannya nge-tag akun-akun yang me-repost apa? Oke, saya coba bayangkan jika upload foto lalu tag bla..bla.bla... Umm..senang dapat love banyak, komentar-komentar pujian, mungkin itu ya (karna ibu juga pernah muda, uhuk..)

Saya juga pernah upload foto selfie ke medsos, banyak malah, dan memang senang ya dapat like banyak dan dikomen banyak orang. Tapi Alhamdulillah masih punya rasa malu untuk nge-tag sana sini, walaupun pada akhirnya saya menyesal, sungguh... Tau zina mata kan? Karena itu salah satunya, dan itu diri sendiri yang memulainya. Astaghfirullah...Astaghfirullah...Astaghfirullah...
Bayangkan berapa mata yang melihat, memandang, bahkan mungkin menikmati wajah kita (Na'udzubillah...). Maaf kata, ternyata ibu-ibu udah beranak pun pada nge-tag. Kalau muda-mudi mungkin maksudnya biar dapat jodoh kali ya, nah kalau ibu-ibu apaan? Pengen eksis? Ayo bu...kita ke pengajian, eksisnya di hadapan Allah saja, wajahnya untuk para suami dan anak-anak.


Indonesiabertauhid/instagram

Nak, walaupun kata Ali bin Abu Thalib "Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya", tapi ada beberapa hal gaya lama mendidik yang harus ibu pertahankan. Ibu tidak ingin semua kesalahan yang telah ibu lakukan semasa gadis dulu, terulang pada kalian. Ga apa-apa ya nak, ibu dan ayah sedikit keras mempertahankan moral Quran pada kalian.

Seperti kata ibu Kiki Barkiah, anakku..tidak apa-apa ya kita sedikit berbeda walaupun, kadang menjadi berbeda itu melawan kenyamanan. Ah, sudahlah, saya hanya ingin melepaskan rasa penasaran dan ingin membawa teman-teman ke jalan yang lurus. Karena jalan yang belok-belok itu kadang mengasyikkan.

Rabu, Juni 14, 2017

:)

Hei...
Sapaan favorite kiddos sekarang nih.
Lama tak menyapa, ibu yang selalu ada gadis dihatinya (hakz..) yang selalu hilang timbul menulis di blog yang sedikit aneh ini, sekarang muncul lagi.

Jujurly, udah hampir sebulan ngacak ini blog biar sesuai dengan hati lagi, udah berkali-kali juga ngubah tamplate, eh pada akhirnya milih yang dari blogger, ya saya ketawa sendiri, hihii...

Berawal ikut kelas Institut Ibu Profesional, yang sedikit menuntut para ibu yang bergabung untuk menulis, saya jadi ingat lagi dengan blog ini. 
Next, isi blog ini tentang IIP. Andai tau ada komunitas ini jauh sebelum menikah, saya memilih aktif di institut ini. 

Untuk lebih semangat, ini ada setangkai mawar segar agar tetap segar dalam menebar ilmu yang di dapat, khususnya di Universitas Kehidupan "gue banget"

Wassalam