This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, November 12, 2017

(Masih) Tentang Celana Hasyim - Komprod #10

Sebelumnya izinkan saya memberi sedikit keterangan, bahwa percakapan ini terjadi pada tanggal 11 nov 2017 kemarin tapi karena kuota the end, baru sekarang bisa upload (ini pun nebeng di gadget suami 😁). Oke, abaikan...

Masih tentang hasyim yang susah banget disuruh langsung pakai celana setelah dari kamar mandi,
"Hasyim kemarin janjinya pakai celana sendiri kan nak?"
"Ibu yang pakaikan..."langsung merengek aja.
"Kan kalau netes ibu ga mau pakaikan,"
Jadi hasyim ini entah kenapa suka menahan pipisnya, udah netes dikit baru lari ke kemar mandi.
Akhirnya hasyim menepati janji, walaupun sedikit manyun😊

Sorenya,
"Langsung pakai celana ya nak,"
"Kan ga netes, ibu yang pakaikan..." Yah dia ingat.
Ibu cari akal, "kalau pake sendiri, ibu ada sesuatu..."
Mata hasyim berbinar, "apa bu? Lihat dulu baru hasyim pakai celana" udah pandai nawar dia πŸ˜’
Ibu mengambil sticks keju, dan memperlihatkan pada hasyim. "Hasyim ndak suko." Langsung pakai celana sendiri πŸ˜„
Alhamdulillah...

#hari10
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Jumat, November 10, 2017

Cemburu? - Komprod #9

"Jadi ayah harus bagaimana?"
Sebenarnya lagi ga ada pembicaraan serius, hanya saja ibu sedikit ngomel saat ayah jajanin 2H, bukan karena jajanannya tapi karna ibu ga dapat jatah 😳

"Lebihkan buat ibu juga ayah, ibu kan juga mau. Kalau saja tempat jajan ga jauh ibu bisa beli sendiri," ciee...merajuk, haghag...

"Ayah mana tau, biasa kan ibu ga mau protes,"
"Apa harus ibu protes dulu baru ayah belikan? Adil dong yah..."
"Lha, anak ayah kan cuma 2. Ibu cemburu ya?" (ish...)
"Ya ga lah yah, masa sama anak sendiri cemburu. kalau ayah jajanin orang lain tanpa sepengetahuan ibu baru itu cemburu." mulai manyun nih.
"Oo...adil trus harus sepengetahuan ibu, berarti boleh ya? Poligami dong..." ayah nyengir.

Plakk!
Itu bunyi tamparan di tangan si ayah kok, ga berani di pipi 😝
Benaran jadi merajuk kan, ih ayah bercandanya bikin sebal.

Sorenya dapat cokelat, yeaayy πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Question : ini termasuk komunikasi produktif ga ya? Tolong dikomen ya :)

#hari9
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komunikasi Mereka, Komunikasi..... - Komprod #8

Tiba-tiba uda Faishal (sepupu Hasyim yang lagi menginap di rumah) lari keluar kamar dan menangis di pangkuan nenenk.
Saya yang lagi duduk diluar sedikit heran, lalu mengintip ke kamar, ternyata Hasyim juga lagi menangis tanpa suara.
Jika menangisnya demikian, biasa sih bukan hal yang terlalu menyankitkan. Saya lanjut dengan kegiatan saya, tidak lama kemudian terjadilah aksi intip mengintip, masih dengan mulut yang dimonyongkan πŸ˜„
Setelah itu mereka berdua tertawa lepas.

Begitulah anak-anak, selagi tidak menyakiti satu sama lain, biarkan saja mereka yang menyelesaikan permainannya. Bahkan jika orang tua ikut campur malah jadi runyam. Setelah keacaa tenang, saya tetap bicara pada Hasyim.
"Tadi kenapa Hasyim dan uda Faishal nangis?"
Lalu meluncurlah penjelasan dari mulut kecil Hasyim, intinya mereka berebut menjadi peran utama di buku yang sedang mereka baca (baca: melihat gambar). Tapi ga ada yang mau mengalah, "trus nangis nya kenapa?"
"Hasyim pukul uda faishal dengan robo pen,"
Ibu terkejut, "eh, kenapa dipukul?"
"Hasyim mau jadi abid, uda faishal juga mau katanya," manyun.
"Gantian dong nak.."
"Ga mau" makin manyun.
"Kalau hasyim mengalah, hasyim dapat pahala lho." bujuk ibu lagi.
"Uda faishal aja yang dapat pahala,"
"Eh?" susah nahan tawa.
"Hasyim main sama uda faishal ya bu," ngacir. Ckckck πŸ˜…

Saya kurang tau apa ini produktif atau ga, yang pasti setelah itu hasyim banyak mengalah. Alhamdulillah 😊

uda faishal keburu kabur saat ambil gambar 😀

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Kamis, November 09, 2017

Bad Mood - Komprod #7

Astaghfirullah...kalimat ini berulang kali saya ucap sehari kemarin. Namun hanya sedikit membantu, bingung juga kenapa jadi bad mood dari bangun tidur hingga petang. Yang anehnya lagi, 2H ikutan bad mood kayaknya, makin esmosi ibu, hiks...

Sudah terbayang tidak tercipta komunikasi produktif sehari ini. Ibu ngomong baik, hasyim atau Hafshah balas membentak atau tantrum, ibu juga bisa ikutan tantrum kalau begini naaaak... Huft -_-'

Hasyim yang biasa memberi celana minta tolong pakaikan setelah BAK, kali ini langsung menangis minta pakaikan, ga mau dibujuk. Hafshah yang biasa ampuh dengan cemilan jika mulai bosan, kali ini menangis ga jelas. Sungguh, pusiiiiing.....

Ya Allah...ini saya kenapa pula? Pengen marah aja, tapi mau makan terus juga. Lucu kan? Alhasil malam terasa capek banget, atit ala, dan menyesal masih tidak bisa mengendalikan amarah. Maaf ibu nak :'(

#hari7
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Rabu, November 08, 2017

Kata Hati Ibu, Hati Keluarga - Komprod #6

Ternyata menciptakan komunikasi produktif di dalam keluarga itu tidak gampang. Terlebih jika pasangan bukanlah type yang suka berdiskusi, ibu harus pandai-pandai mencari topik yang menarik, jika tidak ya garing, atau paling nyesek cuma dilirik, hiks...

Sudah dua hari saya tidak menemukan topik (paling tidak) untuk laporan komprod. Yang dapat saya tangkap di hari ke-6, ternyata jika kita lebih open (pada pasangan), suasana makin hangat. Jika ibu lebih tenang dan sabar, suasana makin damai, dan komunikasi produktif pun tercipta. Seperti senja ini,

Hasyim dengan girangnya mengatakan ada lobang besar yang sudah dia buat di kursi tamu, ibu dengan keras istighfar menanggapi. Namun cepat sadar melihat tampang hasyim,
Ibu : kenapa dilobangi nak?
Hasyim : ga tau bu, asik (nyengir)
Ibu : kan jadi jelek, ga bagus...
Hasyim : tapi hasyim mau bu (manyun)
Ibu : Allah ga suka lho sama yang jelek, Allah suka sama yang bagus. Kalau hasyim lobangi, jadi jelek kan? Hasyim suka yang jelek ya?
Hasyim : (menggeleng), yang bagus bu biar suka kayak Allah
Ibu : alhamdulillah...ga merusak lagi ya sayang. Uang ayah ibu juga ga bisa beli yang baru, ya ya ya..
Hasyim : (mengangguk)

Simpel, tapi kalau ngomong dengan emosi, itu kursi akan banyak lobang nya.

Nb : baik percakapan ibu - hasyim, maupun ibu - ayah, menggunakan bahasa Minang. 2H dilatih menggunakan bahasa ibu terlebih dahulu.

#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Senin, November 06, 2017

Ketika Emosi Bertamu - Komprod #5

Kenapa saya tulis bertamu? Karena jika bertamu, tidak boleh lama-lama. Hari ini saya berhasil berbicara serius dengan si ayah, semua bermula saat kepala, hati dan kondisi kejiwaan mulai tidak normal, ah saya harap tidak sampai sesar, abaikan...

Lagi membuat susu untuk Hasyim, Hafshah yang sedang asik main kena palak sama uda Hasyim. Ibu yang sudah terlalu nyinyir tidak boleh main rebut, langsung mempertahankan apa yang ditangan Hafshah. Eh uda Hasyim langsung mengeluarkan jurus pamungkas, nangis kencang. Semakin ibu banyak bicara, semakin keras suaranya dan semakin tidak terdengar suara ibu, dan ibu menaikan volume suara yang pada akhirnya ditegur si ayah sehingga ibu jadi bete bete bete.

Setelah rasanya emosi reda, jiwa sedikit normal, saya memberanikan diri bicara pada si ayah. Hal sepele tapi kalau ga dibilang bikin nyesek cyiin...

Ibu : boleh minta tolong yah?
Ayah : apa?
Ibu : kalau misal kondisi seperti tadi, tolong ibu jangan ditegur. Selamatkan saja Hasyim atau Hafshah. Suara ibu kalah keras dibanding tangis Hasyim yang memberontak
Ayah : ayah ga suka cara ibu menegur (agak jutek)
Ibu : (hampir emosi lagi) ayah pikir waktu ayah menegur mereka bagaimana?
Ayah : ga usah memutar balik, yang lagi dibahas ibu
Ibu : trus ayah boleh menegur keras sedangkan ibu tidak?
Ayah : ga bilang gitu
Ibu : kita instrospeksi diri masing-masing aja yah. Ayah jawab saja dalam hati, bagaimana saat ayah menegur hasyim. Tapi tolong, disaat suara ibu makin keras yang diselamatkan itu 2H. Setelah itu ayah tegur ibu ga apa-apa, ayah ga tau rasanya menghadapi mereka tiap sebentar ribut, belum lagi lelah habis kerja. Ibu pun ga mau emosi..

Kami berdua diam. Diam itu sangat dibutuhkan saat bicara menyangkut perasaan. Setelah ga ada rasanya yang perlu disampaikan lagi, saya pun minta maaf. Minta maaf seorang istri kepada suami bukan suatu hal yang perlu dipikirkan lagi, karena itu sangat menyelamatkan keadaan.

Setelah itu saya tersenyum, akhirnya ada juga yang bisa dilaporkan sebagai komprod, haghag...

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Nothing Komprod #4

Jujur, hari ini tidak ada komunikasi khusus yang bisa saya ciptakan. Karena ada kunjungan atuk, nenek dan oom 2H. Sekedar melepas rindu pada cucu, beliau mengajak jalan-jalan dari pagi hingga petang. Sampai di rumah, makan malam dan langsung tidur begitupun dengan emaknya, hehe...

Setidaknya tidak ada miss communication antara ibu, hasyim dan hafshah. Secara mereka sibuk bermain dengan atuk, nenek dan juga oomnya. Sedangkan si ayah sibuk dengan kaponakan yang juga lagi menginap di rumah. Ah keadaan seperti ini membuat ibu merasa sendiri, halahh baper, abaikan.

#hari4
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip